Minggu, 21 Jun 2026 00:36 WIB

Pemkab Ponorogo Sesuaikan Administrasi Warga di Dua Nama Jalan Baru

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 16 Jul 2019 14:33 WIB
Jalan HOS Cokroaminoto, salah satu nama jalan baru di Ponorogo
Jalan HOS Cokroaminoto, salah satu nama jalan baru di Ponorogo

jatimnow.com - Setelah membuat dua nama jalan baru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan melakukan penyesuaian administrasi kependudukan warga yang tinggal di dua nama jalan baru tersebut. Dua nama jalan baru itu adalah Jalan HOS Cokroaminoto dan KH Hasyim Asyari.

"Untuk administrasi kependudukan, nanti harus disesuaikan. Tapi secara bertahap," kata Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Ponorogo, Heru Purwanto, Selasa (16/7/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Heru menambahkan, setelah SK bupati terkait nama jalan baru diterbitkan, Dispendukcapil langsung menginventarisir data kependudukan warga di kedua ruas jalan protokol di Ponorogo tersebut. Didapati, administrasi kependudukan warga setempat selama ini tidak seragam.

Baca juga:  Ada Dua Nama Jalan Baru di Ponorogo

Di Jalan Soekarno Hatta bagian selatan yang kini menjadi HOS Cokroaminoto misalnya, alamat tiap warga tertulis tidak sama, meski tinggal di satu ruas yang sama.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Soekarno Hatta saja sudah ada banyak varian nama, alamatnya di administrasi kependudukan. Kata Soekarno saja, ada yang tertulis huruf O-nya satu, ada yang dua," jelasnya.

Sehingga, lanjut Heru, dengan adanya Jalan HOS Cokroaminoto dan KH Hasyim Asyari, akan menjadi momen menyeragamkan alamat di administrasi kependudukan warga setempat. Namun demikian, upaya itu baru bisa dilakukan setelah perubahan penomoran rampung dilakukan.

"Kalau perubahan penomoran bangunan ini selesai, kami baru bisa melayani perbaikan data alamat di administrasi kependudukan. Karena harus klir semua penomorannya, sampai ke nama-nama gang di sepanjang jalan itu," papar Heru.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Heru berharap, lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bekerja dengan baik melakukan pembenahan tersebut. Tak hanya dispendukcapil maupun dishub, tapi juga disperkim serta kelurahan dan kecamatan setempat.

"Perubahan ini dari pemerintah. Jadi harus ada peran aktif dari pemerintah. Teknisnya bagaimana, perlu kerjasama dengan banyak instansi terkait secara kolektif," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.