Kamis, 18 Jun 2026 22:47 WIB

Ini Pemicu Pemasangan Spanduk 'Cabutlah Nyawa Orang Yang Buang Sampah'

Spanduk peringatan untuk pembuang sampah terpasang di Dusun Tani Nelayan, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo (foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Spanduk peringatan untuk pembuang sampah terpasang di Dusun Tani Nelayan, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo (foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemicu pemasangan spanduk peringatan bagi pembuang sampah di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo akhirnya terungkap. Spanduk berwarna merah itu dipasang oleh perangkat desa beserta warga setempat.

Spanduk itu bertuliskan "Ya Allah... Cabutlah Nyawa Orang Yang Buang Sampah Disini..!!! Amin.!!!. Spanduk itu dipasang warga Dusun Tani Nelayan RT 01 RW 01, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo karena sudah jengkel dengan para pembuang sampah yang ngawur.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Pemicunya ya karena lahan kosong itu dijadikan pembuangan sampah oleh orang yang tidak bertanggungjawab," kata Kepala Dusun Tani Nelayan, Syafiul Anam ditemui jatimnow.com, Selasa (16/7/2019).

Anam menambahkan, spanduk itu dipasang pada pukul 21.00 Wib, Selasa (9/7/2019). Pesangan dilakukan bersama perangkat desa, kader pecinta lingkungan Sedati, Polsek Sedati serta warga.

Baca juga:  Hii! Buang Sampah di Desa ini, Didoakan Dicabut Nyawanya

"Kalau masalah sampah di sana sudah lama mas. Waktu dipasang itu melibatkan polisi dan warga. Jika tidak dipasang seperti itu, banyak orang buang sampah di sana," ungkapnya.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Pantauan jatimnow.com di lokasi, tempat yang digunakan sebagai pembuangan sampah itu diberi pagar sepanjang kurang lebih 240 meter menggunakan kayu dan ditutup dengan spanduk.

"Sebelum dan sesudah dipasang tulisan itu, kami selalu menjaga mulai habis isya (sekitar pukul 19.00 Wib) hingga jam 02.00 bersama warga sekitar," paparnya.

Perangkat dusun dan warga memasang banner dengan tulisan 'Ya Allah... Cabutlah Nyawa Orang Yang Buang Sampah Disini..!!! Amin.!!!' itu, untuk memberikan efek jera.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Tujuannya ya ada efek jera kepada orang yang buang sampah sembarangan di tempat itu. Tanah itu sebenarnya tanah kavling milik orang, tapi saya tidak tahu orangnya. Harapan saya, supaya warga tidak lagi membuang sampah di tanah itu karena menimbulkan bau tidak sedap," tandas Anam.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.