Minggu, 21 Jun 2026 01:20 WIB

Curi Perhiasan Senilai Rp 850 Juta, Janda ini Ditangkap saat Kencan

Wakapolres Malang Kota Kompol Arie Trestiawan membeberkan perhiasan-perhiasan emas dan berlian yang dicuri pelaku
Wakapolres Malang Kota Kompol Arie Trestiawan membeberkan perhiasan-perhiasan emas dan berlian yang dicuri pelaku

jatimnow.com - Sejumlah perhiasan emas dan berlian senilai Rp 850 juta dilaporkan hilang oleh dr Lisa (44), warga Jalan Borobudur Agung Barat IIC/10, Kelurahan Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelakunya.

Pelaku itu tidak lain merupakan asisten rumah tangga (ART) yang sudah 6 bulan bekerja di rumah dr Lisa tersebut. ART itu bernama Dwisa Yuliati (43), asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

"Pelaku DY ini bekerja selama 6 bulan di rumah majikannya (dr Lisa). Kemudian tanpa izin, pelaku pamit keluar pada Mei 2019," kata Wakapolres Malang Kota, Kompol Arie Trestiawan, Senin (15/7/2019).

Alumnus AKPOL tahun 2005 ini menambahkan, berlian-berlian dalam kotak perhiasan milik dr Lisa yang dicuri pelaku itu tersimpan di bawah tempat tidur dr Lisa. Total, ada 13 macam perhiasan yang dicuri sang ART.

"Pelaku mencuri seluruh perhiasan itu beserta surat-suratnya," jelas Arie.

Perhiasan emas dan berlian yang dicuri sang ARTPerhiasan emas dan berlian yang dicuri sang ART

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Menurut Arie, korban baru mengetahui bila perhiasan-perhiasan miliknya hilang pada Mei 2019, saat sang ART itu pamit keluar dari pekerjaannya. Dari itulah, korban langsung melapor ke Polres Malang Kota.

Setelah dilakukan penyelidikan dan teridentifikasi bahwa pelakunya sang ART, Satreskrim Polres Malang Kota langsung melakukan pengejaran. Pada 3 Juli 2019 dinihari, pelaku berhasil diangkap saat berkencan dengan seorang pria.

"Selain DY, kami juga menangkap dua orang yakni DS dan SS yang menjualkan perhiasan itu senilai Rp 250 juta. Sisa perhiasan lainnya belum ditemukan masih dalam pengembangan," bebernya.

Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal

Sementara, Dwisa Yuliati mengaku nekat mencuri lantaran terhimpit kebutuhan. Apalagi ia sudah menjanda dan harus menghidupi satu anaknya. Sebab upah yang diterimanya sebagai ART, diakuinya tidak cukup.

"Saya gunakan untuk kebutuhan saya dan anak saya sehari-hari," aku janda satu anak ini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.