Rabu, 17 Jun 2026 18:44 WIB

Setelah Membunuh Suami Istri di Tuban, Perampok Rampas Barang ini

Selain membunuh suami istri pemilik toko di Tuban, para perampok juga merampas harta milik korban
Selain membunuh suami istri pemilik toko di Tuban, para perampok juga merampas harta milik korban

jatimnow.com - Selain membunuh pasangan suami istri (pasutri) Sukamto (60) dan Sri Endangwati (55), komplotan perampok yang menyatroni toko milik pasutri itu di Dusun Tanggungan, Desa/Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, juga merampas harta benda milik korban.

"Dalam identifikasi didapat fakta bahwa HP, uang puluhan juta, motor dan barang berharga lain milik korban hilang, diduga dirampas para pelaku," kata Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Dalam penyelidikan kasus perampokan disertai pembunuhan ini, tim gabungan dari Satreskrim Polres Tuban dan Subdit Jatanras Polda Jatim diterjunkan. Dalam penyelidikan terungkap, bahwa komplotan perampok itu kabur dan bersembunyi ke arah timur Kota Tuban.

"Tim kami sudah menyebar untuk menyelidiki tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat persembunyian para pelaku. Kita sisir dari Tuban ke timur," beber Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Baca juga:  Komplotan Perampok Bunuh Suami Istri Pemilik Toko di Tuban

Perampokan disertai pembunuhan itu dilaporkan ke Polres Tuban sekitar pukul 15.30 Wib, Jumat (12/7/2019) setelah anak kedua korban yaitu Steven Leonardo (38) dan Wiwik Suryanti (38) menemukan mayat kedua orangtuanya tersebut penuh darah di dalam toko yang sekaligus tempat tinggal.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Mayat Sukamto ditemukan di lorong ruangan belakang dalam posisi tertelungkup. Pada tubunya terdapat tiga luka terbuka di kepala bagian belakang. Sedangkan jasad Sri Endangwati, istri Sukamto, berada di gudang kapas pembuatan kasur dalam posisi terlentang dengan luka di kepala bagian belakang.

"Dugaannya, korban dibunuh dengan benda tumpul," terang Leonard.

Mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini menyebut, tewasnya suami istri itu diketahui anaknya setelah merasa curiga karena kedua orangtuanya itu tak kunjung mengangkat telepon.

Baca Juga: Polres Tuban Ungkap Peredaran Uang Palsu di Pasar Wage Grabagan

Setelah sampai di rumah orangtuanya itu, sang anak yang tinggal di Lamongan tersebut langsung masuk dengan memanjat pagar dan masuk lorong rumah hingga menemukan jasad kedua orantuanya tersebut.

"Pelaku sedang kami buru," tandas Leonard.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.