Sabtu, 13 Jun 2026 03:08 WIB

Ketua PAC Bulak: Saya Tidak Sepaham Rekom DPP PDIP

Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Riswanto
Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Riswanto

jatimnow.com - Ketua Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan (PAC PDIP) Kecamatan Bulak Riswanto membantah berita yang beredar bahwa dirinya menolak keputusan DPP yang ditandatangani Megawati Soekarno Putri terkait penunjukan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surabaya. Riswanto mengaku hanya tidak sepaham.

Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya menggantikan Whisnu Sakti Buana yang telah menjabat selama 2 periode atau 10 tahun. Adi dipasangkan dengan Baktiono sebagai sekretaris serta Taru Sasmita menjadi bendahara.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tidak menolak. Tapi tidak sepaham dengan rancangan keputusan. Bukan menolak ketua umum lho, bukan. Tidak sepaham dengan rancangan susunan kepengurusan ketua, sekretaris, bendahara DPC," kata Riswanto saat dikonfirmasi, Rabu (10/7/2019).

Mantan Bendahara DPC PDIP Surabaya ini menambahkan, dasar ketidaksepahamanya dengan keputusan DPP meski telah ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati itu, lantaran keputusan itu tidak melibatkan tingkatan bawah (Ranting, PAC dan DPC), melainkan diputuskan sepihak oleh DPP.

"Konfercab itu kan konferensi cabang. Artinya kita datang, duduk rapat bersama, berbicara, musyawarah bersama dan diputuskan bersama. Nah itu baru ada yang namanya SK keputusan, kan begitu. Lah tapi proses kemarin kan berbeda, kami utusan disuruh datang, duduk, disuruh mendengarkan rancangan keputusan dari DPP. Rancangan susunan pengurus. Nah itu yang kami tidak sepaham," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurutnya, sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP tentang siapa kader yang ditunjuk menjadi pengurus (KSB) DPC PDIP Surabaya, meski telah disebutkan nama Adi Sutarwijono sebagai ketua, Baktiono sekretaris serta Taru Sasmita bendahara. Riswanto menyebut bahwa sidang konfercab untuk Surabaya masih diskors.

"Sidang ini kan diskors sampe sekarang karena pimpinan sidang saat itu tidak berani mengambil keputusan. DPP sendiri akan mengadakan sidang lanjutan. Sampai sekarang sidang diskors jadi belum ada keputusan," tegasnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Masih kata Riswanto, dirinya tidak menolak keputusan DPP, tetapi hanya tidak sepaham dengan prosesnya, meski konfercab yang digelar 7 Juli 2019 di Surabaya itu telah diatur oleh aturan partai.

"Kami tidak sepaham, jadi bukan menolak. Tidak sepaham," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.