Sabtu, 20 Jun 2026 22:26 WIB

Begini Kelicikan Kiai Gadungan yang Janji Gandakan Uang di Kota Madiun

KW, sang kiai gadungan mempraktikkan ritual penggandaan uang tipu-tipu di Mapolres Madiun Kota
KW, sang kiai gadungan mempraktikkan ritual penggandaan uang tipu-tipu di Mapolres Madiun Kota

jatimnow.com - Kiai gadungan berinisial KW (46) asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dibantu HTB (45), warga Kecamatan Pilankenceng, Kabupaten Madiun berhasil mengelabuhi seorang guru SD berinisial YW, warga Jalan Iswahjudi, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

KW dan HTB berhasil membuat logika YW sebagai seorang pengajar luntur. Betapa tidak, hanya dengan mengirim uang Rp 30 juta, KW berjanji akan menggandakannya menjadi Rp 1,3 miliar. Tentu dengan sederat syarat dan tahapan ritual untuk meyakinkan YW.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Korbannya seorang guru SD. Dia perempuan," kata Kapolsek Taman, Kompol Sarwono, saat jumpa pers di Mapolres Madiun Kota, Jumat (5/7/2019).

Tipu daya yang dilakukan sang kiai gadungan berawal saat suami YW yaitu HAS berkenalan dengan HTB melalui media sosial Grup Facebook (FB) Forum Jual Beli Tokek. Melalui grup FB itu, awalnya hanya terjalin komunikasi tentang jual beli tokek antara HAS dan HTB.

"Karena tidak kunjung terjadi transaksi tokek, tersangka HTB menawarkan kepada korban HAS tentang penggandaan uang. Komunikasi kemudian berlanjut melalui WhatsApp," jelas Sarwono.

Baca juga:  Janjikan Penggandaan Uang, Kiai Gadungan Ditangkap di Kota Madiun

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Butuh waktu sekitar dua pekan bagi tersangka HTB untuk menyakinkan korban bahwa KW merupakan seorang kiai yang memiliki keahlian menggandakan uang. Saat korban mulai tergiur dan istrinya mendukung, HTB meminta uang Rp 30 juta dengan cara transfer. Tidak hanya itu, HTB meminta biaya transport menuju Kota Madiun sebesar Rp 2 juta.

"Setelah sepakat, tersangka KW dan HTB tiba di rumah korban untuk melakukan ritual," tambah Sarwono.

Sampai di rumah, pelaku kembali menyakinkan korban dengan membawa kardus, bunga setaman, kain berwrna pink dan bundelan kertas seukuran serta uang Rp 100 ribu. Saat mulai ritual, tersangka KW mengatakan kepada korban bahwa kertas tersebut bisa berubah menjadi uang dengan nilai Rp 1,3 miliar setelah kardus penyimpannya dibuka setelah dua minggu.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

"Setelah dua minggu, korban hanya mendapati bunga setaman kering. Dan kertas yang katanya akan berubah jadi uang, ternyata tidak berubah. Uang sebesar Rp 30 juta milik korban pun akhirnya hilang," bebernya.

Setelah korban melapor, Unit Reskrim Polsek Taman langsung memburu kedua tersangka. Unit ini menangkap kedua tersangka di rumah masing-masing.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.