Minggu, 21 Jun 2026 03:16 WIB

18 Bangunan Rumah Makan di Telaga Ngebel Ponorogo Diduga Tak Berizin

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 02 Jul 2019 11:05 WIB
Bangunan rumah makan di Telaga Ngebel yang diduga tidak berizin
Bangunan rumah makan di Telaga Ngebel yang diduga tidak berizin

jatimnow.com - Sedikitnya 18 bangunan rumah makan permanen diduga tidak berizin (bodong) berdiri di sekitar Telaga Ngebel, Ponorogo.

Dari pantuan jatimnow.com, panjang bangunan mencapai 15 meter menuju tengah Telaga Ngebel.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Ponorogo, Agus Sugiarto membenarkan jika ada 18 bangunan rumah makan permanen di pinggir Telaga Ngebel yang tidak mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Menurutnya, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2009 tentang bangunan gedung, setiap bangunan yang didirikan oleh masyarakat atau instansi harus dilengkapi dengan IMB.

"Berdasarkan data di kami sepertinya belum ada izinnya. Kalau sesuai Perda setiap bangunan yang didirikan harus mengantongi IMB," ujarnya, Selasa (2/7/2019).

Ia meneruskan, idealnya untuk bangunan permanen juga tidak boleh didirikan di pinggir atau ke dalam badan telaga. Namun, Agus enggan berkomentar banyak dan menyerahkan kasus ini kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Saya tidak ingin berkomentar banyak. Kalau setahu saya tidak boleh. Tapi untuk kejelasan RT RW nya silahkan tanya di Disperkim," katanya.

Kondisi ini pun menuai protes dari sejumlah pengunjung yang datang di Telaga Ngebel. Salah satunya Wijayanto (30), pengunjung asal Kabupaten Magetan ini menyayangkan sikap Pemkab Ponorogo yang tinggal diam terkait keberadaan belasan bangunan liar tersebut.

Ia menyebutkan selain merusak pemandangan, sampah yang diakibatkan aktifitas rumah makan juga membuat pinggiran Telaga Ngebel dipenuhi sampah.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Pemkab harusnya menertibkan. Ini merusak keindahan apalagi sampahnya juga mengotori telaga," katanya menyayangkan.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.