Kamis, 18 Jun 2026 11:08 WIB

Kisah Nenek Suriyah, Naik Haji dari Hasil Jualan Nasi Jagung 13 Tahun

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 29 Jun 2019 17:11 WIB
Nenek Suriyah akan berangkat haji dari uang hasil jualan nasi jagung selama 13 tahun
Nenek Suriyah akan berangkat haji dari uang hasil jualan nasi jagung selama 13 tahun

jatimnow.com - Seorang nenek penjual nasi jagung emperan di Jalan Niaga Kota Pasuruan berangkat haji ke tanah suci dari uang hasil dagangan yang ditabungannya selama ini. Nenek itu bernama Suriyah (80), warga Jalan Maluku, Gang V, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

"Saya ingin berangkat haji, ingin hidup barokah. Biar ada hasilnya kerja keras puluhan tahun," jelas Nenek Suriyah saat ditemui di rumahnya, Sabtu (29/6/2019).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Untuk berangkat menunaikan haji, nenek yang sudah mendapat 9 cucu dari keempat anaknya ini harus menguras semua uang tabungannya sebesar Rp 25 Juta. Uang itu ia pakai untuk mendaftar haji sejak tahun 2010 silam. Untuk sisa biaya haji, ia angsur sendiri dari uang hasil berjualan nasi jagung di trotoar jalan dekat alun-alun Kota Pasuruan tersebut.

"Nasi jagung saya jual perbungkus Rp 5 ribu. Tapi kadang-kadang ada yang minta harga Rp 6 ribu. Ada juga orang-orang tua yang beli cuma dengan harga Rp 3 ribu, ya harus diladenin, kasian," lanjutnya.

Suriyah menjalani aktivitasnya sebagai penjual nasi jagung di Kota PasuruanSuriyah menjalani aktivitasnya sebagai penjual nasi jagung di Kota Pasuruan

Sementara, Maimunah (45) anak kedua dari Nenek Suriyah menceritakan, ibunya sudah 13 tahun berjualan nasi jagung. Sebelumnya selama 40 tahun, ibunya menghabiskan waktu berjualan kue kucur (cucur) di Pasar Besar Kota Pasuruan.

Baca Juga: Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya Langsung Pulang

"Saat saya umur 17 tahun, ayah saya meninggal dunia. Ibu menafkahi dua adik saya dengan berjualan kue kucur di pasar. Sampai saat ini, kebiasaan berdagangnya tidak bisa ditahan oleh anak-anaknya, sampai beralih jualan nasi jagung," kisah Maimunah.

Diungkapkan Maimunah, niat ibunya mendaftar haji tercetus dari mulut ibunya sendiri. Dan seketika itu, keempat anaknya pun mengiyakan niat tersebut. Sebab, keempat anaknya telah hidup mandiri.

"Kalau mau bayar ke KBIH per bulannya, yang ngantar anak saya. Uangnya ya pakai uang ibu sendiri," lanjut Maimunah.

Baca Juga: Berangkatkan Jemaah Haji, Plt Bupati Tulungagung Menitip Doa

Kepada jatimnow.com, Nenek Suriyah berkata jika sebelum niat daftar haji, ia sering berziarah ke makam Wali Songo (9 Wali). Dari sekian kali berziarah, datanglah niat berhaji.

"Saya sering ziarah Wali Songo, terus sekaranng kepingin naik haji. Saya berangkatnya tanggal 30 Juli bulan depan, ikut kloter 72," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.