Rabu, 17 Jun 2026 00:36 WIB

Jaringan Praktik Aborsi di Jatim Diotaki Dua Orang, Segini Tarifnya

Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar jaringan praktik aborsi
Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar jaringan praktik aborsi

jatimnow.com - Jaringan praktik aborsi di Jawa Timur dibongkar setelah beroperasi selama tiga tahun. Dari tujuh orang yang ditangkap polisi, dua di antaranya merupakan otak kejahatan ini.

Otak jaringan ini adalah LWP (28) warga Jalan Maspati Surabaya, yang bertugas sebagai pengaborsi tunggal dan FTA (32), apoteker asal Jalan Tawangsari Barat, Sidoarjo dengan peran menyuplai obat-obat khusus untuk menggugurkan kandungan.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Dari dua tersangka utama itulah kami berhasil mengembangkan dengan menangkap lima tersangka lain," kata Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (25/6/2019).

Baca juga:  Jaringan Praktik Aborsi di Jawa Timur Dibongkar, 7 Pelaku Diamankan

Praktik ini dibongkar Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim yang dipimpin Kanit 3, AKP Tinton Yudha Riambodo. Tim ini menyergap LWP di salah satu hotel di Jalan Diponegoro, Surabaya saat menunggu pasien.

Dalam pemeriksaan, didapat fakta bahwa LWP memasang tarif beragam, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. Tarif itu dibandrol sesuai dengan kesulitan dan tahapan aborsi yang diminta sang pasien.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Tarif itu belum termasuk tarif hotel yang dibooking dan dijadikan sebagai tempat aborsi," terang Arman.

Dalam praktiknya, LWP memasarkan kemampuannya mengaborsi dari mulut ke mulut. Setelah mendapat pasien, ia menghubungi FTA untuk menyediakan obat khusus aborsi. Setelah itu, ia meminta agar sang pasien menuju hotel yang sudah dibookingnya.

Setelah sampai di hotel, LWP meminta pasien mengikuti semua tahapan yang sudah ia tentukan, mulai dari meminum dan memasukkan obat khusus ke kemalusan setiap satu jam sekali hingga proses pascaaborsi.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Pasiennya rata-rata berusia antar 25 hingga 30 an. Pasiennya masih kami selidiki," jelasnya.

Selain dua orang tersebut, Unit 3 Subdit 4, Ditreskrimsus Polda Jatim juga menangkap lima orang lainnya, yaitu TS (30), warga Juron Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, MSA (32), warga Jalan Bukan Setro Surabaya, RMS (26), warga Jalan Pulo Tegalsari, Surabaya, MB (34) warga Jalan Tambak Pring Timur Surabaya serta VN (26), warga Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.

Sepajang praktiknya, jaringan ini sudah mengaborsi 20 pasien dari 7 TKP di wilayah Surabaya, Banyuwangi, Sidoarjo, Blitar dan Kediri.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.