Rabu, 17 Jun 2026 17:42 WIB

Beredar Video HP Santri Ponpes Ngabar Ponorogo Dihancurkan Pakai Palu

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 25 Jun 2019 11:23 WIB
Capture video yang beredar
Capture video yang beredar

jatimnow.com - Beredar video penghancuran sejumlah handphone (HP) oleh dua pria memakai jas hitam dan berpeci hitam yang memegang palu sebagai alat penghancur HP. Belakangan diketahui bahwa kejadian itu berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo Ngabar Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabuoaten Ponorogo.

Video penghancuran HP dengan palu itu akhirnya viral di media sosial (medsos). Salah satu akun yang mengunggah video tersebut yaitu Akun Twitter @dayatpiliang.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Dalam postingan itu, akun ini menulis 'Seperti pisau yang bisa digunakan untuk memotong sayuran atau membunuh seseorang, begitu juga dengan handphone. benda itu netral. jika ada penyalahgunaan, yang salah ya manusianya. bukan bendanya'.

Unggahan video oleh akun itu hingga Selasa (25/6/2019) sudah di-retweet sebanyak lebih dari 8.000 an dan dilihat 1,7 juta kali. Beberapa akun ada yang mendukung, ada pula yang tidak.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

"Peraturan kaya gini udh dari jaman bahula jdi plis lah jgn terlalu lebay nanggepinnya malah ada yg hpnya di ancurin sndri pake batu kalo ketauan bawa," tulis akun @silettumpul.

"Ayolah bang, peraturan sudah ada gabole bawa hape. Apalagi kalo dilihat BISA JADI ya itu lingkungan pesantren. Dan rata2 pesantren yang gw tau itu emang "gausah bawa hape ato gw hancurin hape lu. Kalo ngelanggar yaudah, namanya aja peraturan," tambah akun @ozzz.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ponpes sudah mempunyai aturan sendiri, salah satunya tidak membawa HP dilingkungan pondok. Tentu pihak pondok sudah mempunyai pertimbangan sendiri, dan secara pribadi saya sangat mendukung apa yg dilakukan pihak pondok. Karena menunjukkan ketegasan, juga menghasilkan efek jera," sambung @Rizka Abdu Rahman.

Selain itu, video ini juga diunggah di media sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.