Rabu, 17 Jun 2026 12:16 WIB

Gali Tanah, Warga Temukan Situs Kerajaan Majapahit di Jombang

Situs peninggalan Majapahit yang ditemukan di Jombang
Situs peninggalan Majapahit yang ditemukan di Jombang

jatimnow.com - Sebuah situs dari batu bata yang diduga berasal dari zaman Kerajaan Majapahit ditemukan oleh penggali pasir di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Situs kuno itu ditemukan pertama kali oleh Suwandi (49) di sawah Muhaimin yang dijadikan untuk penggalian pasir dan uruk.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57

"Saya menemukan waktu gali pasir. Waktu saya temukan bentuknya seperti tembok," katanya, Selasa (25/6/2019).

Situs yang mirip dinding bangunan itu terkubur di tanah di kedalaman 1 meter dengan tinggi 60 sentimeter. Diameter batu bata merah kuno itu panjang 31 sentimeter, lebar 21 dan ketebalan 5 sentimeter.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur yang mendapat kabar penemuan situs di Jombang tersebut langsung meninjau ke lokasi penemuan.

Arkeolog BPCB, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan ada 11 susun batu bata merah dengan tinggi 60 sentimeter yang memanjang dari barat ke timur dan menduga ada kaitannya dengan penemuan situs di Desa Sugihwaras.

Baca Juga: SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

"Tahun 2016 akhir juga ditemukan situs, berupa bata kuno yang memanjang seperti dinding," katanya.

Ia menduga situs di Sugihwaras dan Kedaton merupakan pemukiman di jaman Kerajaan Majapahit karena melihat batu bata kuno sama seperti di beberapa bangunan peninggalan Majapahit di Mojokerto.

Wicaksono berharap agar Bupati Jombang berperan aktif ikut melestarikan peninggalan sejarah ini dan segera menghentikan penggalian pasir. Dirinya juga akan mendaftarkan penemuan di Kedaton sebagai cagar budaya.

Baca Juga: Geger, Rumah di Pemukiman Padat Jombang Disulap Jadi Kebun Ganja Ratusan Pot

"Temuan ini segera kami laporkan ke pimpinan BPCB. Pemkab Jombang harusnya merekomendasikan dan kebijakan penghentian kegiatan agar tidak merusak situs," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.