Selasa, 16 Jun 2026 00:09 WIB

Sengketa Pilpres 2019, Mahasiswa di Magetan: Jangan Ada Lagi Kerusuhan

Mahasiswa Kebidanan di Magetan
Mahasiswa Kebidanan di Magetan

jatimnow.com - Setelah tokoh masyarkat, kini giliran mahasiswa di Magetan angkat bicara soal sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi D3 Kebidanan menyampaikan aspirasinya.

"Seharusnya memang demikian (mengajukan gugatan) ke MK, bukan malah membuat rusuh. Itu merupakan jalan terbaik," kata perwakilan dari Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi D3 Kebidanan di Magetan, Risfina Aulia Dahniar, Senin (24/6/2019).

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Risfina berharap apapun keputusan MK nantinya diterima oleh kedua pendukung, baik pendukung Capres nomor urut 01 maupun nomor urut 02. Pun ia berharap tidak ada krusuhan kembali seperti semula.

"Jangan ada krusuhan pascaputusan MK 2019, baik kerusuhan di ibu kota Jakarta maupun kerusuhan di Kabupaten Magetan," jelasnya.

Menurutnya, warga seharusnya sudah dewasa. Dalam berkompetisi (pilpres) pasti ada yang menang dan kalah.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Ada yang menang dan ada yang kalah. Berkompetensi yang baik. Dan terima apapun hasilnya. Karena memang sudah menjadi pilihan rakyat Indonesia," tegasnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada aparat dalam hal ini TNI dan Polri. Karena selama ini, sebelum pilpres sampai pasca pilpres semua prosesnya berjalan aman dan kondusif.

"Mari kita bersama-sama mendukung pemerintah untuk mengawal demokrasi sampai selesai. Jika sudah selesai ya kembali lagi bergandengan tangan," tambahnya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Ia berpesan, agar warga di kaki gunung Lawu  ini menjauhi pemaksakan kehendak. Menurutnya mempererat persaudaraan demi memperkuat NKRI jauh lebih penting daripada membuat rusuh.

"Jaga kedamian demi Bangsa Indonesia yang kita cintai bersama-sama," tegasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.