Senin, 15 Jun 2026 21:47 WIB

Waduh! Warga masih BAB dan Buang Sampah di Sungai Probolinggo

Jamban yang ada di Sungai Banger
Jamban yang ada di Sungai Banger

jatimnow.com - Masyarakat di wilayah kampung Sentono, Kelurahan Mangunharjo, Kota Probolinggo masih memiliki kebiasaan buang air besar (BAB) dengan jamban yang ada di Sungai Banger.

Kondisi ini menyebabkan Sungai Banger Probolinggo nampak kumuh dengan keberadaan puluhan jamban. Selain itu kondisi sungai ini nampak hitam dipenuhi sampah.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Nur Jannah (50), salah satu warga kampung Sentono mengatakan keberadaan jamban di atas aliran air ini karena masyarakat yang ada belum seluruhnya memiliki toilet di rumahnya membuat mereka buang air besar (BAB) di Sungai Banger.

"Membuang air besar di sungai ini sudah jadi kebiasaan karena kami tidak ada toilet di rumah," katanya, Senin (24/6/2019).

Ia mengakui jika membuang BAB dengan jamban di sungai tidak menjaga kebersihan lingkungan. Juga menyebabkan sungai yang ada terlihat kotor dan kumuh.

"Warga tidak hanya buang air besar saja. Namun juga membuang sampah rumah tangga juga banyak dibuang di sungai ini," ujarnya.

Ketua RT 3 RW 14, Abdullah mengatakan keberadaan jamban di atas sungai sebenarnya tidak diharapkan oleh warga. Namun karena keterbatasan dana, mereka terpaksa BAB di jamban yang berada di atas sungai di tengah Kota Probolinggo ini.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Sebenarnya kami tidak mau BAB di jamban-jamban ini. Kalau pemerintah membuatkan toilet umum bagi warga mungkin tidak ada lagi jamban liar di sungai ini," katanya.

Selain mengeluhkan jamban di atas sungai, pengurus kampung hanya dapat membentuk petugas kebersihan Sungai Banger karena warga belum banyak yang sadar menjaga kebersihan lingkungannya. Ada beberapa warga yang bandel masih saja membuang sampah di sungai tersebut.

"Warga malamnya tetap lagi membuang sampah di sini. Meski sudah seringkali diberikan peringatan dan sudah disiapkan tenpat sampah di kampung," ujarnya.

Melihat kondisi ini, ia berharap agar pemerintah turun tangan mencari solusi terbaik untuk lingkungan di daerahnya.

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

"Baik yang berkaitan pola penyadaran masyarakat soal pentingnya lingkungan termasuk budaya tidak berjamban di sungai," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.