Rabu, 10 Jun 2026 19:23 WIB

Jatim Memilih

Angan-angan Gus Ipul di Jalur Lintas Selatan

  • Penulis :
  • | Sabtu, 14 Apr 2018 21:44 WIB
Gus Ipul saat kunjungan ke Banyuwangi
Gus Ipul saat kunjungan ke Banyuwangi

jatimnow.com - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sangat antusias membahas pengembangan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Di sela acara pertemuan dengan petani Kakao di Doesoen Kakau, Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Gus Ipul sangat antusias membahas rencana pengembangan di kawasan JLS. Apalagi, Doesoen Kakao merupakan kawasan nol kilometer JLS.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Banyuwangi adalah titik nol kilometer untuk Jalur Lintas Selatan. Penuntasan JLS ini menjadi skala prioritas kami dalam pembangunan," kata Gus Ipul, Sabtu (14/4/2018).

Doesoen Kakao selain dikenal dengan kakao-nya. Kawasan tersebut selain menjadi perkebunan juga tempat pariwisata. Baik wisata kebun hingga wisata kuliner khas yang berbahan baku kakao. Seperti pisang crispy topping cokelat, minuman cokelat panas, permen coklat dan beragam kuliner atau jajanan dari coklat.

Di perkebunan Kendeng Lembu, dapat memproduksi 800 kg per hektar. Sedangkan hasil produksi coklat mencapai sekitar 950 ton per tahun.

Gus Ipul menjelaskan, hadirnya JLS akan memberikan kemudahan akses menuju ke Doesoen Kakao. Apalagi lokasinya berada di kawasan nol kilometer JLS.

"Jalur Lintas Selatan harus segera selesai, supaya kawasan selatan bisa mengejar ketertinggalan dari kawasan lainnya," tuturnya.

Cagub yang berpasangan dengan calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno ini menerangkan, kesenjangan memang menjadi salah satu fokus yang ingin diselesaikannya.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Dalam konsep membangun Jawa Timur di bagian selatan, pasangan calon nomor urut 2 Gus Ipul-Puti menyiapkan program Tebar Jala yang merupakan kepanjangan dari Pusat Ekonomi Jalur Selatan.

"Dengan jalan ini (JLS), kita ingin membangun pusat-pusat ekonomi baru. Mulai dari kawasan industri, pertanian hingga usaha pendampingan," harapnya.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) ini mengistilahkan dengan agropolitan yakni, kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis, serta mampu melayani, mendorong dan menarik.

Gus Ipul yang sedang cuti dari Wakil Gubernur Jatim ini menambahkan, akan mengembangkan kawasan minapolitan atau kawasan ekonomi berbasis perikanan budidaya terintegrasi di daerah JLS.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Nantinya ada kawasan agropolitan atau minapolitan. Mulai dari Banyuwangi sampai Pacitan nantinya bisa muncul pusat-pusat ekonomi baru," jelasnya.

 

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.