Minggu, 14 Jun 2026 09:50 WIB

Begini Sosok Andri yang Mayatnya Ditemukan Penuh Luka di Mata Keluarga

Foto korban semasa hidup
Foto korban semasa hidup

jatimnow.com - Kepergian Andri Kuntoro (19) warga Dusun Krajan RT 3 RW 3, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Misnadin (61), orang tua almarhum mengatakan jika korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan memiliki banyak teman.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Andri itu pendiam dan baik ke teman-temannya. Banyak rekannya sering ke sini kalau pas Andri ada di rumah," kata Misnadin saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/6/2019).

Baca juga:  

Bapak 4 anak itu menceritakan, jika Andri yang bekerja sebagai buruh bangunan di daerah Kabupaten Tabanan, Bali itu tiba di Banyuwangi pada H-5 Idul Fitri 1440 Hijriah kemarin.

"Saya yakin anak saya tidak punya musuh di sini. Karena Andri setelah berhenti sekolah SMP langsung kerja di Bali. Baru pulang hari raya kurang 5 hari," ujarnya.

Selama di rumah yang berada di Dusun Krajan RT 3 RW 3, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Andri tidak pernah pulang lebih dari pukul 01.00 Wib, bila ada tontonan di kampung.

Jika tidak ada tontonan, Andri, kata Misnadin, lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Menemani dan bermain bersama keponakan-keponakannya.

"Lebih banyak di rumah kalau tidak ada (kesenian) Janger. Lebih sering sama ponakannya, hampir setiap hari. Malah temannya yang sering ke sini," kata dia.

Namun, pada Rabu (19/6) dini hari, lanjutnya, Andri yang berpamitan melihat kesenian Janger tidak pulang hingga keesokan harinya. Akhirnya, Misnadin memutuskan untuk mencari Andri.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Baru jam 5 sore saya ketemu sepedanya Andri di sekitar lokasi kesenian Janger. Tapi orangnya kok gak ada," katanya bercerita.

Dia mengaku kaget mendengar kabar penemuan sesosok mayat yang ternyata adalah Andri. Misnadin, baru meyakini bahwa mayat tersebut anaknya setelah melihat wajah anaknya di RSUD Blambangan.

"Saya kaget waktu ketemu di kamar mayat, melihat luka-lukanya. Kok ada yang tega. Padahal dia gak pernah neko-neko," sebutnya.

Kini, Andri Kuntoro (19) telah berpulang. Pihak keluarga berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap pembunuh anaknya itu.

Andri ditemukan di persawahan Dusun Watugowok, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (20/6) dengan kondisi penuh luka.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Warga menemukan Andri dalam posisi telungkup sekitar pukul 06.00 Wib. Peristiwa itu kemudian diterima aparat Polsek Songgon sekitar pukul 08.45 Wib dan langsung mengamankan lokasi penemuan.

Polisi kemudian membawa jasad korban untuk diotopsi. Dari keterangan Dokter Forensik RSUD Blambangan Banyuwangi, korban diduga mendapat pukulan benda tumpul sebelum tewas.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.