Rabu, 17 Jun 2026 18:52 WIB

Presiden Jokowi Sebut Sistem Zonasi PPDB 2019 Perlu Dievaluasi

Presiden Jokowi dalam acara pembagian 3.200 sertipikat tanah di Gresik
Presiden Jokowi dalam acara pembagian 3.200 sertipikat tanah di Gresik

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan sistem zonasi banyak masalah yang perlu dievaluasi.

"Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi, tapi tanyakan lebih detail kepada Menteri Pendidikan," kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai kunjungan kerjanya dalam rangka membagikan 3.200 sertifikat tanah di Gresik, Kamis (20/6/2019).

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Sejumlah orang tua siswa di beberapa wilayah Jawa Timur mengeluhkan proses PPDB 2019 dengan sistem zonasi. Sistem itu dianggap membingungkan saat mencari sekolah yang tepat untuk anaknya.

Sejumlah orang tua siswa juga sempat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan di beberapa wilayah di Jatim, seperti di Surabaya dan Madiun. Bahkan aksi protes sistem zonasi dalam PPDB 2019 di depan Kantor Dinas Pendidikan Surabaya nyaris ricuh.

Keluhan itu juga dilontarkan sejumlah warga saat Presiden Jokowi menghadiri akad nikah putri dari Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachus Sunnah, Tambaksari, Surabaya sebelum menuju Gresik.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

"Pak Jokowi, tolong revisi Permendikbud 51, anak saya nggak bisa sekolah negeri," ujar salah satu warga sembari menembus kerumunan warga yang hendak bersalaman dengan Presiden Jokowi.

Saat Presiden Jokowi hendak memasuki mobil, tiba-tiba dari kerumunan warga terdengar teriakan seorang pria. Ia berteriak menyampaikan keluhannya tentang sistem zonasi PPDB 2019 jenjang SMP.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Tidak hanya itu, beberapa ibu juga sempat berteriak senada kepada Presiden Jokowi. Ibu-ibu itu bahkan meminta Presiden Jokowi untuk menghapuskan sistem zonasi.

"Pak, tolong hapus zonasi Pak," sambung salah satu ibu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.