Selasa, 16 Jun 2026 14:34 WIB

SPBU 'Nakal' di Ponorogo Dipastikan Milik Warga Nganjuk

SPBU 'nakal' di Ponorogo dipastikan milik warga Nganjuk
SPBU 'nakal' di Ponorogo dipastikan milik warga Nganjuk

jatimnow.com - Polisi menyebut, pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 'nakal' di Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo merupakan orang asal Nganjuk. SPBU itu hingga Kamis (20/6/2019), masih disegel Satreskrim Polres Ponorogo lantaran terbukti mengoplos BBM bersubsidi.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com, SPBU yang telah melakukan aksi curang sejak 6 bulan lalu itu merupakan milik saudara salah seorang petinggi di Nganjuk.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko hanya membenarkan bahwa SPBU milik warga Nganjuk. Namun ia belum membeberkan nama dan latar belakang warga Nganjuk tersebut.

"Kalau orang Nganjuk memang benar, inisialnya N. Itu saja. Untuk latar belakang dan lain-lain saya belum mau menyebutkannya," kata Maryoko.

Baca juga:  Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus SPBU 'Nakal' di Ponorogo

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

Maryoko menyebut, penyidik bakal memeriksa N. Sebab surat panggilan pemeriksaan terhadap N, sudah dilayangkan.

"Akan kami periksa sejauh mana keterlibatannya dalam kasus BBM oplosan ini," tegas mantan Kasatreskrim Polres Ngawi ini.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperdagkum Ponorogo Toto Basuki menyatakan, sebelum disegel, SPBU bernomor seri 54.634.20 itu sering diperingatkan oleh pihaknya lantaran buruknya pelayanan. Bahkan pihaknya sempat berkirim surat teguran lantaran aktivitas pengisian BBM yang dilakukan malam hari.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Sempat kami tegur karena ada laporan warga soal pelayanan dan pengisian BBM di malam hari," ungkapnya.

Diketahui, SPBU itu tertangkap basah saat mengoplos BBM bersubsidi. Maneger SPBU berinisial A dan Scurity berinisial D saat itu tengah mengoplos 500 liter biosolar dicampur 15.000 liter premium. Opolosan BBM bersubsidi itu diambil 500 liter dan dicampur 15.000 liter pertamax. Kedua karyawan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.