Minggu, 14 Jun 2026 21:51 WIB

Diamankan karena Overstay, WNA Lebanon: Saya Bukan Teroris

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 19 Jun 2019 15:19 WIB
Faris (kiri), WNA Lebanon saat diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar
Faris (kiri), WNA Lebanon saat diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar

jatimnow.com - Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan lmigrasi (TPI) Blitar memeriksa seorang warga negara asing (WNA) asal Lebanon bernama Faris Nazer Mouadad (42) alias Faris. WNA ini diamankan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) wilayah Selopuro, Kabupaten Blitar.

"Yang bersangkutan ini tinggal di Indonesia melebihi batas izin tinggal yang diberikan. Yang bersangkutan overstay di Indonesia selama 69 hari atau dua bulan lebih," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Muhammad Akram, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Faris diketahui masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya menggunakan visa bebas kunjungan yang hanya berlaku selama 30 hari. Di Blitar, WNA ini bekerja sebagai seorang chef dan telah menikah dengan warga Selopuro. Selama overstay, ia hanya berada di rumah istrinya.

Kepada petugas, Faris mengaku overstay karena harus menemani istrinya yang sedang hamil. Selain itu, ia mengaku sedang sakit pascakecelakaan, sehingga tidak bisa datang ke Kantor Imigrasi.

Faris sebelumnya juga sudah berusaha untuk pulang ke negaranya. Karena denda overstay yang ditetapkan pemerintah naik, ia tidak memiliki cukup uang untuk membayar sehingga Faris kembali ke Blitar sembari menunggu kiriman uang dari saudaranya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Dan saat itulah, keberadaan Faris diketahui oleh Tim Pora. Ia lalu diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Ruang Detensi Kanim Kelas II Non TPI Blitar.

"Yang bersangkutan kami kenakan Pasal 78 (3) UURI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yang bersangkutan akan kami pulangkan atau kami lakukan pengusiran ke negaranya. Selain itu akan kami masukan ke dalam daftar cekal," terang Akram.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Ketika berada di Kantor Imigrasi, Faris ternyata tidak menyukai kehadiran awak media. Sambil berteriak, ia tidak ingin wajahnya difoto maupun divideo.

"Saya hanya menyalahi izin tinggal, saya bukan teroris," teriak Faris dengan Bahasa Inggris.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.