Sabtu, 13 Jun 2026 07:20 WIB

Begini Kondisi Balita Tercemplung Air Mendidih di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 16 Jun 2019 18:05 WIB
Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono, dr Siti Nurfaidah
Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono, dr Siti Nurfaidah

jatimnow.com - 20 hari menjalani perawatan medis, kondisi balita Arif Nur Hasan yang tercemplung panci berisi air mendidih di Ponorogo masih belum stabil.

Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono, dr Siti Nurfaidah mengatakan, kondisi Arif secara umum masih belum stabil. Bahkan beberapa hari lalu sempat kritis lagi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Sempat kritis. Dan harus dirawat lebih intensif lagi. Pasien sempat harus dipuasakan dua hari karena krisis itu," kata dr Siti kepada jatimnow.com, Minggu (16/6/2019).

Arif sempat mengalami sesak nafas, demam dan sampai tidak sadar. Ia menyebutkan pasien juga mengalami penurunan kadar albumin.

"Saat itu juga harus dilakukan transfusi albumin. Sudah untuk kedua kalinya, " terang dr Siti.

Baca juga:

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ia mengatakan, pasien juga  dilakukan transfusi, karena luka bakar meluas maka digunakan obat infeksi hingga hari ini. Pasien juga juga dipasangi selang yang terhubung ke lambung.

"Warnanya juga kecoklatan. Seperti pekat," jelasnya .

Selama menjalani perawatan medis, tercatat Arif sudah menjalani 4 kali operasi. Dan akan dilakukan kali ke lima jika kondisi pasien stabil.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Menurutnya, kondisi ini dikarenakan karena pasien masih anak-anak yang daya tahan tubuhnya lemah. Dengan luka bakar luas hampir 40 persen, sangat rawan infeksi. Oleh karena itu pasien tidak boleh sembarangan dijenguk.

"Kami sterilkan. Kami isolasi. Itu dilakukan untuk menjaga kondisi pasien agar tetap stabil. Mohon doanya saja. Sekarang ditangani dua dokter, dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah. Semuanya dokter terbaik di Ponorogo," jelasnya.

Diketahui, seorang balita yang masih berumur 17 bulan yang bernama Arif Nur Hasan tercemplung panci berisi air mendidih pada Kamis (30/5/2019) lalu. Balita itu merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Misdi (52) dan Sulatih (31), warga asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.