Sabtu, 20 Jun 2026 19:02 WIB

Masa Penahanan Dua Tersangka Mutilasi Penari Asal Kediri Diperpanjang

Dua tersangka mutilasi, Aziz dan Aris
Dua tersangka mutilasi, Aziz dan Aris

jatimnow.com - Polisi memperpanjang masa penahanan dua tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi guru tari di Kediri untuk melengkapi bukti batu dan keterangan saksi.

Kuasa hukum tersangka, Taufiq Dwi Kusuma mengatakan perpanjangan masa penahanan dilakukan polisi akhir bulan Ramadan lalu.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Polisi memperpanjang masa penahanan tersangka Aris dan Azis selama 20 hari. Alasannya, polisi perlu melengkapi bukti-bukti," ujarnya, Jumat (14/6/2019).

Ia menambahkan dalam kasus ini kemungkinan terdapat tersangka baru. Penambahan jumlah tersangka didasarkan pada hasil rekonstruksi akhir April lalu.

Dalam rekonstruksi di sejumlah lokasi berbeda itu, dimulai dari sanggar tari CK Dancer di GOR Jayabaya milik korban, diketahui adanya keterlibat saudara salah satu tersangka. Dimana, saksi yang berpotensi menjadi tersangka ini turut menyembunyikan sepeda motor milik korban.

"Saksi ini melakukan upaya penyembunyian barang bukti tersebut tidaklah dilakukan secara langsung, melainkan perintah dari tersangka. Sehingga, ia merasa takut dan melakukan hal tersebut," ujarnya.

Saat disinggung mengenai penerapan pasal, Taufiq mangatakan jika kedua tersangka dijerat dengan pasal mengenai pembunuhan tanpa direncanakan. Menurutnya tidak ada hal dalam rekonstruksi waktu yang menerangkan adanya pembunuhan berencana tersebut.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Sudah jelas tidak ada perencanaan dalam rekontruksi tersebut," pungkasnya.

Kasus pembunuhan dan mutilasi ini dilakukan oleh dua pelaku Aris Sugianto, warga Blitar dan Azis Prakoso, warga Kediri pada Selasa (2/4/2019) malam.

Setelah membunuh korban yang merupakan guru honorer SD sekaligus guru tari asal Kelurahan Tamanan, Kediri, kedua tersangka memutilasi kepala korban dan dibuang ke sungai di Kediri.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Sedangkan bagian tubuh korban dimasukan ke dalam koper dan dibuang di bawah jembatan Udanawu, Blitar. Jasad korban dimasukkan dalam koper tanpa bagian kepala.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.