Rabu, 17 Jun 2026 11:02 WIB

PSHW Kota Madiun Tolak Kerusuhan Selama Proses Sengketa Pilpres 2019

Ketua Umum PSHW Pusat Kota Madiun, R. Agus Wiyono Santoso
Ketua Umum PSHW Pusat Kota Madiun, R. Agus Wiyono Santoso

jatimnow.com - Para pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Kota Madiun angkat bicara perihal sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang sedang ditangani Mahkamah Konsitusi (MK) di Jakarta.

"Seharusnya memang demikian (mengajukan gugatan) ke MK, bukan malah membuat rusuh," kata Ketua Umum PSHW Pusat Kota Madiun, R. Agus Wiyono Santoso, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Agus berharap, apapun keputusan MK nanti, harus diterima dengan lapang dada oleh kedua pendukung pasangan calon nomor urut 01 maupun 02. Sehinggga tidak ada lagi kerusuhan seperti 21-22 Mei 2019 lalu.

"Jangan ada kerusuhan pascaputusan MK nanti, baik kerusuhan di Jakarta, apalagi di Kota Madiun," jelasnya.

Menurutnya, semua pihak harusnya bersikap dewasa, sebab pilpres itu ibarat permainan, sehingga pasti ada yang menang dan kalah.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

"Ada yang menang dan ada yang kalah, berkompetislah yang baik dan menerima apapun hasilnya. Karena siapapun presidennya, itu sudah menjadi pilihan rakyar Indonesia," tegasnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada aparat TNI dan Polri yang sudah melakukan pengamanan baik sebelum, selama pelaksaan hingga pascapilpres dengan aman dan kondusif.

"Mari bersama-sama mendukung pemerintah untuk mengawal demokrasi sampai selesai. Jika sudah selesai, ya kembali lagi bergandengan tangan," tambahnya.

Baca Juga: MBG dan Ujian Negara, dari Dapur Rakyat hingga Mahkamah Konstitusi

Agus berpesan agar warga di Kota Madiun menjauhi pemaksakan kehendak. Menurutnya mempererat persaudaraan demi memperkuat NKRI jauh lebih penting daripada membuat kerusuhan.

"Jaga kedamaian demi Bangsa Indonesia yang kita cintai bersama-sama," pungkasnya saat di temui di Padepokan PSHW Pusat.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.