Sabtu, 20 Jun 2026 11:40 WIB

Sidang Lanjutan Gus Nur, Massa Banser dan FPI Bertemu di PN Surabaya

Massa Banser yang berada di Pengadilan Negeri Surabaya
Massa Banser yang berada di Pengadilan Negeri Surabaya

jatimnow.com - Kelompok massa dari Banser dan FPI berkumpul di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (13/6/2019). Dua kubu massa yang berbeda ini berkumpul untuk mengikuti sidang Sugi Nur Raharja atas kasus pencemaran nama baik terhadap Generasi Muda NU.

Pantauan dilokasi, massa dari Banser berada di luar Gedung PN, sementara massa dari FPI berada di dalam. Terlihat mobil Water Canon dan Unit K9 berada di sisi jalan. Para Banser juga sempat berseru dengan nyanyian Yalal Waton.

Baca Juga: Jamin Kenyamanan Ibadah, 400 Posko Ramadan Ansor Jatim Resmi Beroperasi

Kepala Satkorwil Banser Jatim, Yunianto mengatakan, berkumpulnya massa sebanyak 150 orang ini bukan untuk aksi melainkan mengawal para kiai yang akan menjadi saksi dalam persidangan Sugi Nur Raharja. Ia menyebut salah satu yang menjadi saksi yakni Kiai Nuruddin Ar-Rahman dari Bangkalan.

"Kami berinisiatif dengan teman-teman bahwa Kiai kita sedang memperjuangkan harkat dan martabat NU. Maka kita punya kewajiban untuk mengamankan beliaunya," ujar Yunianto.

Yunianto mengatakan, jika Banser ingin memberi support kepada Kiai, memberikan backup secara penuh lantaran Banser merupakan benteng para ulama.

"Maka kita punya kepentingan moral positif, untuk mendukung para ulama kita yang akan menjadi saksi nanti," tambahnya.

Baca Juga: Kiai Asep Minta Pengurus NU Berbenah: Jangan Berebut Komisaris dan Keuntungan Tambang

Terkait bertemunya dua pihak ini, Yunianto yakin para massa akan bisa menjaga kondusifitas. Tidak memprovokasi dan terprovokasi.

"Kami prinsipnya mas, kalau kami ditantang ya kami ikut terlibat. Kalau kami menjaga kondusivitas tidak ada mengolok-olok dan dingin. Kalau ada kericuhan saya yang bertanggungjawab sebagai Satkorwil Banser Jatim," tegasnya.

Sementara itu, Wali Laskar FPI Surabaya, Agus Fahruddin mengatakan, pihaknya berada di PN juga dalam rangka mendukung Sugi Nur Raharja. Ia berharap sidang kali ini berjalan lancar tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Baca Juga: Ciptakan Peradilan Bersih, PN Sidoarjo Terapkan SMAP Langsung di Persidangan

"Kami disini ada sekitar 20 orang. Kami ya memberikan dukungan moril kepada Gus Nur biar sidang ini berjalan semestinya tanpa ada intervensi dari pihak manapun," ujarnya.

Agus juga menjamin tidak akan terjadi kericuhan saat persidangan berlangsung. Ia memastikan pihak kepolisian dan para massa dari Banser bisa menjaga kondusifitas kota Surabaya.

"Ndak lah saya yakin, terutama kepada teman-teman kepolisian yakin mereka akan menjaga kondusifitas Kota Surabaya. Dan kami datang kesini niatnya memberikan support saja ndak pingin ramai atau bertujuan crash. Kami sekedar memberi support dan dukungan moril saja," tegasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.