Jumat, 12 Jun 2026 11:18 WIB

Gunungan Ketupat Setinggi 3 Meter Diarak Warga Durenan Trenggalek

Gunungan ketupat setinggi 3 meter diarak dalam tradisi kupatan di Kecamatan Durenan, Trenggalek
Gunungan ketupat setinggi 3 meter diarak dalam tradisi kupatan di Kecamatan Durenan, Trenggalek

jatimnow.com - Ribuan warga di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek menggelar tradisi kupatan yang digelar setiap tahun pada hari ketujuh setelah perayaan lebaran.

Selain menyajika ketupat di rumah masing-masing dan bisa dinikmati siapa saja yang berkunjung, warga juga membuat gunungan ketupat menyerupai tumpeng setinggi 3 meter. Gunungan ketupat itu kemudian diarak mengelilingi jalan yang ditentukan menuju lapangan setempat.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Ribuan ketupat pada gunungan itu kemudian disantap atau dimakan ramai-ramai oleh warga setelah mereka menggelar doa bersama. Tradisi kupatan di Trenggalek ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Babul Ulum, KH Fatah Muin menjelaskan, tradisi ini berawal dari keluarganya dan sudah berlangsung selama ratusan tahun. Keluarga ponpes biasanya melakukan puasa selama 6 hari setelah lebaran.

"Setelah puasa selama enam hari, kami merayakannya dengan makan ketupat," ujar Kiai Fatah, Rabu (12/06/2019).

Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total

Masyarakat setempat kemudian mengikuti tradisi berpuasa tersebut dan ikut merayakan hari ketujuh lebaran dengan memakan ketupat. Tradisi tersebut sudah menjadi ikon budaya di Kecamatan Durenan dan mulai banyak dicontoh kecamatan lain.

"Masyarakat mulai mengikuti tradisi ini dan merayakan lebarannya pada hari ke tujuh Bulan Syawal," tambahnya.

Baca Juga: Ambil Sumpah dan Janji 88 PNS Formasi 2024, Ini Pesan Wabup Trenggalek

Tradisi ini juga menarik perhatian banyak pengunjung dari luar kota, Susanti salah satunya. Warga asal Tulungagung ini mengaku sengaja datang untuk merasakan semaraknya tradisi tersebut. Di setiap rumah yang mereka singgahi mereka harus menikmati sajian ketupat.

"Kalau tidak (menikmati sajian ketupat), bisa dimarahi tuan rumah. Keliling ke dua rumah saja, sudah kenyang," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.