Kamis, 18 Jun 2026 08:05 WIB

Tradisi Lebaran Ketupat Bawa Berkah Pedagang Dadakan di Ponorogo

Pedagang ketupat di Ponorogo
Pedagang ketupat di Ponorogo

jatimnow.com - Tradisi kupatan di Ponorogo menjadi berkah tersendiri bagi warga untuk menjadi pedagang ketupat musiman.

Di sepanjang Jalan Soekarno Hatta dan di depan Pasar Stasiun Ponorogo, puluhan pedagang menggelar kulit ketupat yang terbuat dari janur.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Setiap lebaran pasti jadi pedagang ketupat dadakan. Sehari-hari saya jualan sayur keliling, tetapi kalau lebaran jual ketupat," kata Misrati salah satu penjual ketupat, Senin (10/6/2019).

Perempuan paruh baya ini meneruskan jika telah menjadi pedagang kulit ketupat dadakan selama puluhan tahun. Dirinya bisa menganyam janur menjadi ketupat karena membantu ibunya sejak kelas 4 SD.

"Setelah diajarin ibu sejak kelas 4 SD, saya memilih jualan mandiri sampai sekarang," kata warga Desa Beton, Kecamatan Siman ini.

Untuk menjual kulit ketupat, pedagang menggelar dagangannya sejak lebaran ke 3 hingga H+7. Menurutnya warga Bumi Reog membuat makanan khas ini seminggu setelah lebaran.

"Tradisi lebaran ketupat masih melekat di Ponorogo dan dibuat pada lebaran ke 7. Tapi saya mulai jualannya lebaran ke 3," ujarnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia mengaku memilih menjadi pedagang musiman kulit ketupat karena untungnya dua kali lipat. Seharinya, ia mendapatkan penghasilan kotor Rp 800 ribu.

"Dari Rp 800 ribu itu, modalnya Rp 400 ribu. Jadi untung Rp 400 ribu. Untuk satu kulit ketupat harganya Rp 400. Sehari saya bisa menjual 2 ribu kulit ketupat," ujarnya.

Salah satu pembeli, Susiati mengatakan dirinya membeli kulit ketupat karena di keluarganya ada tradisi lebaran kupat.

Baca Juga: Sejarah dan Filosofi Ketupat Sebagai Simbol Idulfitri

"Besok kan lebaran kupat. Saya beli hari ini nanti dibagi-bagikan dengan tetangga juga," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.