Kamis, 18 Jun 2026 12:07 WIB

Potret Polisi 'Bersenjata' Balok Kayu di Tanjakan Sigro Tuban

Anggota Polsek Senori siaga membawa balok kayu untuk membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak
Anggota Polsek Senori siaga membawa balok kayu untuk membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak

jatimnow.com - Pemudik yang melintas di jalur alternatif dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah melalui Desa Banyu Urip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, tentu tidak asing dengan Tanjakan Sigro.

Tanjakan dengan ketinggian lumayan ekstrem ini berada di selatan Tuban Jawa Timur. Setelah berhasil melintas di tanjakan ini, pemudik akan sampai di wilayah Cepu maupun Blora, Jawa Tengah.

Baca Juga: Polres Tuban Ungkap Peredaran Uang Palsu di Pasar Wage Grabagan

Kemiringan tanjakan yang mencapai 30 derajat kerap membuat pengendara, utamanya roda empat harus ekstra waspada. Sebab Tak jarang, beberapa mobil pemudik tak kuat menanjak.

Mengantisipasi kendaraan tak kuat menanjak selama arus mudik dan balik Lebaran 2019, sejumlah anggota Polsek Senori, Polres Tuban disiagaka dengan alat-alat pengganjal mobil.

"Jadi kita antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi tanjakan ini. Kita siagakan anggota di lokasi untuk membantu warga yang mengalami kesulitan saat menanjak, biasanya kita bawa balok kayu untuk mengganjal ban," ungkap Kapolsek Senori, AKP Musa Bakhtiar, Minggu (9/6/2019).

Polisi membantu mengganjal mobil yang tidak kuat menanjak di Senori, TubanPolisi membantu mengganjal mobil yang tidak kuat menanjak di Senori, Tuban

Baca Juga: Dirjen Migas Sidak SPBE Tuban: Kapal Sudah Sandar, Pasokan LPG Aman!

Musa menambahkan, kendaraan yang tidak kuat menanjak, akan dibantu anggota polisi yang siap mengganjal ban kendaraan dengan balok kayu, kemudian dibantu mendorong pelan-pelan.

"Kita dan anggota siap selalu sediakan kayu untuk ganjal ban. Itu juga yang menjadi senjata kami, kalau kendaraan tidak kuat naik, kita dorong ramai-ramai," jelasnya.

Selain karena tanjakan cukup miring, jalan di wilayah ini juga cukup berliku-liku dengan terdapat jurang di kiri kanannya lantaran wilayah yang berada di perbukitan.

Baca Juga: Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar di Tuban, Stok Bahan Pokok Aman

Musa mengimbau masyarakat yang melintasi jalur alternatif ini untuk mengecek kembali kesiapan kendaraannya, selain itu saat melintas pergunakan gigi satu.

"Kalau terlambat mengurangi gigi perseneleng, mobil bisa melorot dan berjalan mundur serta bisa berakibat kecelakaan. Keahlian pengemudi juga berpengaruh di sini kalau tidak paham medan dan mesin bisa fatal," tukasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.