Rabu, 17 Jun 2026 05:18 WIB

Lebaran di Desa Kelahiran, Bupati Anas Disambangi Tokoh Lintas Agama

Bupati Banyuwangi, Abdullah  Azwar Anas bersama masyarakat dan tokoh agama saat open house
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersama masyarakat dan tokoh agama saat open house

jatimnow.com - Open house hari pertama Lebaran yang digelar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di kampung halamannya, Desa Karangdoro, berlangsung semarak.

Selain warga yang menyemut berdatangan, di rumah kelahiran Anas yang butuh perjalanan 80 menit dari pusat kota Banyuwangi, ramai didatangi para tokoh lintas agama.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Tampak hadir para pastor dari gereja-gereja Katolik yang terhimpun dalam Dekenat Banyuwangi yang dipimpin Romo Fajar Soekarno. Hadir pula perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Badan Musyawarah Antar-Gereja (BAMAG), umat Konghucu, dan umat Buddha.

Para tokoh lintas iman tersebut mengucapkan selamat Idul Fitri kepada Anas dan warga yang hadir di rumah pribadi Anas. Mereka bersalaman akrab dan saling melempar canda.

"Selamat Lebaran ya Bapak dan Ibu semua. Semoga selalu sehat dan diberkahi Tuhan," ujar Romo Fajar sambil menyalami Anas.

Keakraban tampak terjalin diiringi dengan suguhan beragam jajanan khas Banyuwangi, seperti bagiak, bolu, rengginang, pia glenmore, dan rempeyek kacang. Anas juga melayani para tokoh lintas iman tersebut dengan mengupaskan sendiri jeruk Banyuwangi yang lantas diberikan kepada para pemuka agama.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

"Saya, keluarga, dan atas nama pemerintah daerah mohon maaf untuk semua kesalahan dan kekurangan," kata Anas kepada para pemuka agama.

Para tokoh lintas agama itu kemudian berfoto bersama dengan Bupati Anas dan istri, Ipuk Fiestiandani.

"Inilah cermin kerukunan umat beragama di Banyuwangi. Saling mengunjungi dengan kebahagiaan," kata Romo Fajar.

Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil

Bupati Azwar Anas mengatakan, kerukunan umat beragama adalah hal strategis untuk membangun daerah. Perbedaan yang ada tidak boleh dijadikan awal perpecahan, justru modal untuk memajukan Banyuwangi.

"Perbedaan itu rahmat, kita bisa saling menghormati. Perbedaan justru menjadi modal untuk bikin Banyuwangi lebih maju. Syaratnya, semua rukun. Kerukunan ini modal sosial yang tak terhitung nilainya," kata Anas.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.