Senin, 15 Jun 2026 21:17 WIB

Ini Titik Rawan Kemacetan di Jalur Mudik 2019 Kabupaten Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 02 Jun 2019 15:59 WIB
Kasatlantas Polres Blitar, AKP Muhammad Amirul Hakim menggunakan speed gun untuk mengontrol kecepatan kendaraan
Kasatlantas Polres Blitar, AKP Muhammad Amirul Hakim menggunakan speed gun untuk mengontrol kecepatan kendaraan

jatimnow.com - Untuk menghadapi lonjakan kendaraan memasuki puncak arus Mudik Lebaran 2019, Satlantas Polres Blitar menerapkan beberapa skema pengurai kemacetan.

Meski begitu ada beberapa titik yang harus diwaspadai pemudik agar tidak terjebak penumpukan kendaraan. Titik rawan kemacetan itu tersebar di sepanjang Jalan Nasional Garum hingga Kesamben.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Kami punya rekayasa lalu lintas dan titik padat kendaraan biasanya ada di Garum, Talun, Kendalrejo, Tingal dan titik yang paling padat ada di Kesamben. Kita sudah siapkan pemecahan arus di sana," kata Kasatlantas Polres Blitar, AKP Muhammad Amirul Hakim, Minggu (2/6/2019).

Pantuan di lapangan, volume kendaraan di titik yang telah disebutkan tersebut, memang mulai meningkat. Banyak kendaraan dengan nomor polisi luar daerah terlihat melintas.

Amirul menjelaskan, perhatian utama Satlantas Polres Blitar ada di Kesamben tepat di traffic light depan terminal. Oleh sebab itu, dua pos meliputi pos pantau dan pos pengamanan dibangun di Kesamben.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Menurutnya, untuk mengurai penumpukan kendaraan, lampu merah akan dinyalakan secara tentatif tapi akan ada petugas untuk melakukan rekayasa.

"Lampu merah itu akan menyala tentative ya. Jadi nanti bus yang dari Malang langsung lurus saja. Nanti juga akan ada petugas untuk mengatur," ungkap mantan Kasatlantas Polres Kediri Kota ini.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Masih kat Amirul, mudik tahun ini bertepatan dengan masa angkutan giling tebu. Ia menegaskan akan menindak para sopir yang masih nekat mengirim tebu pada H-4 hingga H+7.

"Kami sudah melakukan kesepakatan dengan para sopir dan semuanya sudah mengerti dan setuju. Kalau misalnya nanti tetap beroperasi, akan kami tindak," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.