Minggu, 14 Jun 2026 18:47 WIB

Sindikat Curanmor di Madiun Dibongkar, Kode hingga Pura-pura Mengamen

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menunjukkan barang bukti dan tersangka sindikat curanmor
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menunjukkan barang bukti dan tersangka sindikat curanmor

jatimnow.com - Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa beraksi di Kabupaten Madiun, dibongkar polisi. Selain menangkap satu pelaku dan dua penadah, polisi juga menyita belasan unit motor curian.

Sindikat ini terbongkar setelah Satreskrim Polres Madiun menangkap AB, warga Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Dia tertangkap basah oleh korban saat mencuri motor di Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Pelaku melakukan aksinya bersama SP dengan berpura-pura sebagai pengamen.

Baca Juga: Polres Jember Tangkap Residivis Curanmor, Beraksi di 18 TKP

"Waktu si AB menyalakan motor, korban datang dan teriak minta tolong hingga AB tertangkap," kata Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Sabtu (1/6/2019).

Satu pelaku dan dua penadah motor curian digelandang di Mapolres MadiunSatu pelaku dan dua penadah motor curian digelandang di Mapolres Madiun

Dalam aksinya, AB berboncengan menggunakan motor sarana bersama SP sambil membawa gitar. Mereka pura-pura mengamen dengan masuk ke pekarangan rumah. Apabila rumah dianggap sepi dan terdapat motor yang bisa dicuri, maka AB akan mencuri motor tersebut.

"Pelaku SP masih kita buru dan sudah masuk dalam DPO (daftar pencarian orang)," ungkap Ruruh.

Baca Juga: Pencurian Motor Milik Juragan Kambing di Probolinggo Terekam CCTV

Namun, dari penangkapan AB tersebut, Satreskrim Polres Madiun berhasil menangkap dua warga Nganjuk yang berperan sebagai penadah motor hasil curian AB dan SP. Dua penadah tersebut yaitu SM (42) dan ZA (43).

"Jadi total sudah kami tangkap tiga orang serta kami sita 14 unit motor hasil curian," terangnya.

14 motor hasil curian yang disita dari sindikat curanmor14 motor hasil curian yang disita dari sindikat curanmor

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Ruruh menjelaskan, motor hasil curian itu dijual dengan harga sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dengan kode halo dan komplit. Halo berarti hanya dilengkapi kunci saja, sedangkan komplit artinya sepeda motor beserta STNK.

Motor hasil curian ini, kata Ruruh sebagian dijual ke berbagai daerah, di antaranya Nganjuk dan Surabaya.

"Mereka jual dengan kode halo dan komplit. Kalau halo itu hanya dilengkapi kunci saja dijual Rp 2 juta, kalau yang komplit itu ada STNK-nya dijual Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.