Kamis, 18 Jun 2026 22:52 WIB

Gerebek Sebuah Rumah di Blitar, Polisi Sita 5 Kilogram Bahan Peledak

  • Penulis : CF Glorian
  • | Jumat, 31 Mei 2019 16:10 WIB
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan barang bukti bahan peledak
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan barang bukti bahan peledak

jatimnow.com - Polres Blitar Kota kembali mengungkap kepemilikan bahan peledak berupa bubuk mesiu yang dijual bebas di masyarakat. Penjual bahan peledak yang ditangkap itu berinisial AS (30), warga Kebonagung, Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Selain menangkap AS, Tim Satreskrim Polres Blitar Kota juga menyita 5 Kilogram bahan peladak dalam penggeledahan di rumah pelaku. Penggerebekan itu dilakukan setelah tim itu mendapat laporan masyarakat.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Ini sebenarnya target operasi pekat, tapi tertangkap setelah operasi. Kami tangkap yang bersangkutan pada tanggal 28 Mei 2019 di wilayah Wonodadi," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat (31/5/2019).

AS, penyimpan bahan peledak diamankan di Mapolres Blitar KotaAS, penyimpan bahan peledak diamankan di Mapolres Blitar Kota

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Selain bahan peledak 5 kilogram, dari tangan AS juga diamankan sebuah handphone yang dipakai untuk berkomunikasi dengan para pembelinya. Awalnya pelaku membeli 7 kilogram bubuk mesiu, tapi 2 kilogram sudah terjual sebelumnya.

Adewira menambahkan, atas kepemilikan bahan peledak itu, AS terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atas jeratan Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Sementara itu, AS mengaku hanya menerima titipan dari M, temannya sewaktu di pondok pesantren. Dia mengaku M memintanya menyimpan barang tersebut. Meski mengaku tidak mengetahui akan dipakai untuk apa barang itu, AS tahu persis bahwa yang disimpannya itu bubuk mesiu.

"Saya tidak tahu mau diapakan barang itu. Saya cuma ketempatan (dititipi). Dulu belinya tujuh kilogram harganya Rp 230 ribu per kilogram," aku AS.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.