Minggu, 21 Jun 2026 03:16 WIB

KA Lodaya Anjlok di Nagreg, Empat Kereta Terlambat Tiba di Madiun

Penumpang di Stasiun Madiun
Penumpang di Stasiun Madiun

jatimnow.com - Sebanyak empat rangkaian kereta api (KA) dari Bandung, Jawa Barat tujuan Jawa Timur terlambat tiba di Stasiun Madiun imbas anjloknya KA Lodaya di petak jalan Lebakjero-Nagreg tepatnya di KM 193-192.

"Empat kereta yang mengalami keterlambatan tersebut adalah KA Turangga, KA Mutiara Selatan, KA Malabar, dan KA Kahuripan," ujar Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko di Madiun, Kamis (30/5/2019).

Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 253 Ribu Orang

Menurut dia, keempat rangkaian kereta dari Bandung tersebut harus berubah pola operasinya yang tadinya rute Bandung-Banjar-Kroya, menjadi Bandung-Purwakarta-Cikampek-Purwokerto-Kroya.

Sesuai data hingga pukul 09.15 Wib, KA Turangga masuk Stasiun Madiun terlambat 110 menit, KA Mutiara Selatan masuk Stasiun Madiun terlambat 327 menit, KA Malabar masuk Stasiun Madiun terlambat 448 menit, dan KA Kahuripan masuk Stasiun Madiun terlambat 329 menit.

Ixfan menjelaskan PT KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut, baik tujuan ke Daop 7 maupun yang melintas wilayah Daop 7.

Bagi pelanggan yang terdampak kelambatan tersebut diperkenankan membatalkan tiketnya dengan biaya dikembalikan penuh seharga yang tertera pada tiket dan pemberian "service recovery" jika keterlambatan lebih dari tiga jam.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan PT KAI akan terus melakukan langkah-langkah untuk keselamatan perjalanan KA," ujarnya.

Penyebab terjadinya rintang jalan (rinja) di lokasi anjlok KA Lodaya masih dalam pengusutan oleh tim Daop 2 Bandung.

Meski terdapat sejumlah calon penumpang yang terdampak, pihaknya memastikan layanan angkutan Lebaran 2019 di Stasiun Madiun dan stasiun lainnya di Daop 7 Madiun tetap berjalan normal.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.