Rabu, 17 Jun 2026 13:27 WIB

Polda Jatim Terjunkan 9761 Personel untuk Pengamanan Arus Mudik 2019

Apel pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019, di Mapolda Jatim.
Apel pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019, di Mapolda Jatim.

jatimnow.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019 di lapangan Mapolda Jatim, Selasa (28/5/2019). Operasi ini akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu (29/5/2019) sampai Senin (10/6/2019).

Kegiatan ini dilaksanakan secara sinergitas Polri dengan instansi terkait dalam rangka pengamanan menjelang hari raya arus mudik dan balik serta potensi kerawanan yang bersamaan dengan tahapan Pemilu 2019.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, sebanyak 9.761 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini.

"Personel gabungan tersebut terdiri dari TNI sebanyak 1500 orang, Dishub 975 orang dan Jasa Raharja sebanyak 82 orang," jelas Luki saat di Mapolda Jatim.

Luki menyebut arus mudik 2019 diperkirakan akan terkonsentrasi di tol. Pemudik disebut akan memanfaatkan jalan tol.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Tahun ini sudah banyak tol yang sudah dibuka, InsyaAllah mungkin akan lebih mudah dan lebih lancar," ujarnya.

Namun, Luki mengatakan bahwa ada beberapa titik-titik rawan yang tetap akan menjadi perhatian khusus dari Jajaran Polda Jatim. Titik-titik tersebut disebutkan sebanyak 5 tempat dengan jumlah total pos pengamanan sebanyak 319 di Jatim.

"Yaitu arteri perlintasan Mintil, di wilayah Mengkreng, Nganjuk. Kemudian Simpang Karanglo, Waru Gunung Sidoarjo dan Bandargedung Mulyo dan Kabupaten Jombang," kata Luki.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Luki menambahkan, Titik rawan lainnya yang berkaitan dengan kriminalitas di tempat wisata, dan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan untuk pulang ke kampung. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di rumah serta menambah keamanan.

"Yang jelas karena ini di wilayah Jatim pasti akan lebih banyak warga yang membawa sanak saudaranya untuk pulang kampung dan di pemukiman-pemukiman rumah kosong mungkin rawan terjadi kriminalitas," tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.