Senin, 15 Jun 2026 23:54 WIB

Jalur Penghubung Ponorogo-Pacitan Kembali Mulus, Siap Dilalui Pemudik

Jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan kembali mulus
Jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan kembali mulus

jatimnow.com - Jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan kembali mulus setelah sempat retak dan ambles tepat di Desa Wates, Kecamatan Slahung. Para pemudik dipastikan bisa melalui jalan ini, karena pengerjaan sudah mencapai 90 persen.

"Kendaraan muatan berat yang sebelumnya dialihkan, sekarang dapat melewati jalur tersebut. Kami pastikan dapat dilalui kembali," kata Pengawas Lapangan Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Sartono, Jumat (24/5/2019)

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sartono menjelaskan, perbaikan dilakukan setelah kajian selesai. Sebab perbaikan tidak boleh asal-asalan, karena tekstur tanah di titik kilometer 227 tersebut cukup rawan. Retakan tanah menyebabkan permukaan jalan ambles, sehingga membutuhkan kajian mendalam sebelum dilakukan perbaikan.

Baca juga:  Hati-hati! Jalan Raya Ponorogo-Pacitan Retak dan Ambles

Menurutnya, teknik perbaikan itu dengan menguruk permukaan jalan yang ambles menggunakan pasir batu (sirtu). Kemudian diratakan dan dipadatkan menggunakan alat berat hingga mencapai tingkat kepadatan tertentu. Selanjutnya, permukaan jalan dilapisi aspal.

Jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan saat masih retak dan amblesJalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan saat masih retak dan ambles

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

"Dengan demikian, retakan tanah tersebut dapat terisi sirtu hingga padat," ungkapnya.

Selain itu, paket pekerjaan perbaikan juga mencakup pengaspalan bahu jalan dan pembenahan bronjong penahan tebing. Untuk pengaspalan permukaan jalan dan bronjong telah selesai. Sementara pengaspalan bahu jalan, ditargetkan selesai Sabtu (25/5/2019).

Bronjong itu, lanjut Sartono, dipasang sebagai penahan jika sewaktu-waktu tebing mengalami longsor. Selain itu, bronjong juga dapat meminimalisir jalan amblas akibat tanah retak. Seluruh paket pekerjaan perbaikan tersebut telah dimulai sejak Maret 2019 lalu.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Perbaikan ini memang kami kebut agar jalur tersebut dapat dilintasi kembali saat mudik lebaran nanti," tuturnya.

Sartono berharap perbaikan tersebut dapat mengembalikan transportasi dua kabupaten yang sempat terhambat beberapa bulan terakhir.

"Namun demikian, para pengendara harus tetap waspada ketika turun hujan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.