Minggu, 21 Jun 2026 10:24 WIB

8000 Personel TNI-Polri Disiagakan di Jatim, 12 Bom Molotov Disita

Pasukan gabungan Polri-TNI melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu beberapa waktu lalu
Pasukan gabungan Polri-TNI melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu beberapa waktu lalu

jatimnow.com - Buntut kerusuhan di Jakarta pada Selasa (21/5/2019) malam hingga Rabu (22/5/2019) pagi, pasukan gabungan Polri-TNI di Jawa Timur kembali diterjunkan ke beberapa titik rawan pergerakan massa. Salah satu titik yang disebut rawan yaitu Jembatan Suramadu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera yang pada Selasa (21/5/2019) malam sempat menyebut menarik pasukan dari Jembatan Suramadu menyebut kembali menyiagakan pasukan di sekitar jembatan penghubung Pulau Jawa dan Pulau Madura tersebut.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Dengan TNI hari ini kita kembalikan lagi ke Suramadu melihat kondisi di Jakarta seperti itu. Di Jatim yang siaga jumlahnya 8.000 lebih sedikit," kata Barung di Mapolda Jatim, Rabu (22/5/2019).

"Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya akan memantau situasi yang ada di Jatim melalui koordinasi di beberapa titik, antara lain di polres polres terdekat," tambahnya.

Penjagaan di Jembatan SuramaduPenjagaan di Jembatan Suramadu

Barung menjelaskan, dari hasil razia dan sweeping massa aksi 22 Mei 2019 atau people power yang sudah dilakukan di seluruh Jatim, ditemukan sebanyak 12 bom molotov dan 6 celurit.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Belum kita tetapkan tersangka, karena alatnya belum digunakan," ujarnya.

Barung juga menyebut, pencegahan massa yang berangkat ke Jakarta mengikuti aksi 22 Mei itu dilakukan lantaran ada indikasi terjadinya kerusuhan.

"Inilah yang dimaksud oleh Kapolda Jatim, bahwa adanya settingan kerusuhan yang oleh pihak-pihak tertentu yang sekarang diselidiki oleh Mabes Polri dan Polda Metro Jaya," sambungnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Sehingga, lanjut Barung, Kapolda Jatim mengharap warga Jatim agar tidak terlibat dalam aksi tersebut, agar tidak timbul korban lebih banyak.

"Inilah kenapa kita melakukan razia, menghalangi, bahkan memulangkan 1700 sampai dengan sekarang warga jatim yang akan ke Jakarta," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.