Rabu, 17 Jun 2026 00:10 WIB

4 Kg Bahan Peledak Diamankan dari Tangan Komplotan di Kediri

Bahan peledak yang berhasil diamankan
Bahan peledak yang berhasil diamankan

jatimnow.com - Polisi membekuk 3 anggota komplotan penjual bahan peledak (bubuk petasan) di Kediri. Sedikitnya 4 kg bahan peledak berhasil diamankan.

Tiga anggota komplotan tersebut adalah Muhaimin, warga Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Putra Satria dan Hakim Junaidi, keduanya warga Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal menjelaskan, penangkapan terhadap para pelaku ini berawal informasi masyarakat terkait banyaknya penjual petasan di wilayah Pare dan Papar Kabupaten Kediri.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku Putra Satria. Dari hasil pemeriksaan diketahui putra mendapatkan pasokan bubuk petasan dari pelaku Hakim Junaidi.

"Kita langsung melakukan penangkapan terhadap keduanya yang merupakan tetangga satu desa," ujarnya, Minggu (19/05/2019).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Polisi kemudian melakukan pengembangan lagi, hasilnya mereka mengaku mendapatkan barang dari Muhaimin.

Dari tangan para pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa 4 kg bubuk petasan dan 15 helai sumbu petasan. Mereka diketahui merupakan produsen petasan.

"Total terdapat tiga pelaku yang sudah kami amankan," imbuhnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Selain berbahaya, penggunaan petasan sendiri banyak mendapat keluhan dari masyarakat. Masyarakat merasa terganggu akan bunyi ledakan yang cukup besar. Para pelaku ini nantinya akan dijerat dengan UU Darurat.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli petasan jenis apapun," tegasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.