Rabu, 17 Jun 2026 05:48 WIB

Mutasi PNS Diinterpelasi, Plt Wali Kota Pasuruan: Tak Ada Duit Upeti

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 18 Mei 2019 11:27 WIB
Suasana sidang intepelasi di Gedung DPRD Kota Pasuruan, Jumat (17/5/2019)
Suasana sidang intepelasi di Gedung DPRD Kota Pasuruan, Jumat (17/5/2019)

jatimnow.com - Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada jual beli jabatan atas mutasi 146 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah dilantik. Hal itu dinyatakan Teno dalam sidang interpelasi yang digelar DPRD Kota Pasuruan.

Sidang itu berjalan alot mulai pukul 14.00 hingga 16.30 Wib, Jumat (17/5/2019). Dalam sidang itu, Teni diberondongan pertanyaan oleh para anggota DPRD. Sidang interpelasi ini merupakan kali pertama sepanjang sejarah perpolitikan di Kota Pasuruan.

Baca Juga: Puluhan Pejabat Pemkot Probolinggo Dimutasi, Ini Harapan Wali Kota

Interpelasi yang dilakukan DPRD itu menguat setelah mutasi besar-besaran yang dilakukan Teno, dinilai ngawur. Sebab ada dugaan bahwa mutasi itu dilakukan setelah ada jual beli jabatan.

"Ada peratutan hukum yang panjenengan (anda) tabrak, meskipun sudah dikoreksi. Inilah yang membuat kami mendapat keluhan dari masyarakat dan PNS," jelas salah satu anggota DPRD dari Partai Hanura, Farid Misbah.

Baca juga:  

Sedangkan Politisi Golkar, Arief Ilham, menyebut jika kebijakan mutasi ini telah memperhatikan Daftar Urut Kedekatan, bukan DUK yang aslinya yaitu Daftar Urut Kepangkatan.

Baca Juga: Sah! 1.752 CPNS Kemenag Jawa Timur Resmi Diangkat Jadi PNS

"Apakah sudah memperhatikan DUK, Daftar Urut Kedekatan, maaf, Daftar Urut Kepangkatan," ucap Ketua Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan ini.

Sementara itu, Teno justru mengucapkan terima kasih atas kritikan dan koreksi anggota DPRD atas kebijakan Pemkot tersebut. Kekurangan prosedur mutasi yang sudah dilakuan, lantaran tanpa melampiri pengantar Gubernur, tapi telah dilakukan perbaikan dan dilakukan pelantikan ulang.

"Kami tidak asal tiba-tiba mencabut SK mutasi. Sebelumnya, kami sudah meminta petunjuk Biro Hukum Pemprov Jatim hingga Kemendagri," tegas Teno.

Baca Juga: Tak Terima Dimutasi, ASN di Tulungagung Tak Masuk Kantor

Selain itu, mutasi yang diusulkan Baperjakat, menurutnya sudah profesional dengan mendasarkan pada kualitas, profesionalisme dan etika, tanpa adanya jual beli jabatan.

"Saya menjamin 100 persen tidak ada duit upeti. Sekalipun demit, genderuwo yang minta jabatan ke saya, saya tidak peduli. Saya lebih mengedepankan profesional dan kerja, kerja, kerja," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.