Senin, 22 Jun 2026 23:33 WIB

Bazar Ramayana Disoal, Plt Wali Kota Blitar Mengaku Kecolongan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 14 Mei 2019 16:06 WIB
Plt. Wali Kota Blitar, Santoso
Plt. Wali Kota Blitar, Santoso

jatimnow.com - Keberadaan bazar pakaian yang digelar retail Ramayana di Kota Blitar menuai protes dari pedagang hingga Pemkot Blitar. Meski bazar tersebut sebenarnya cukup memanjakan warga untuk berburu pakaian murah jelang Idul Fitri 2019.

Namun, dengan Bazar Ramayana itu, para pedagang dan pemilik retail lainnya yang menetap di Kota Blitar mengaku terdampak karena sepi pembeli.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Ditambah lagi, Plt. Wali Kota Blitar, Santoso mengaku izin yang dikeluarkan Dinas Penananaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK dan PTSP), tanpa sepengetahuan dirinya.

"Yang mengeluarkan itu Pak Suharyono (Kepala DPMTK dan PTSP). Dan itu di luar sepengetahuan saya, Pak Sek (Sekda Rudi Wijonarko) dan Pak Widodo (Kepala BPKAD)," kata Santoso, Selasa (14/5/2019).

Bazar Ramayana itu digelar di Graha Patria di Jalan Cokroaminoto sejak 5 Mei lalu. Bazar ini tidak pernah sepi pembeli, bahkan antrian di dalamnya terus mengular saking banyaknya pembeli.

Sementara itu, para pedagang pakaian juga pernah wadul ke DPRD Kota Blitar. Mereka mempertanyakan tentang izin bazar yang ternyata dikeluarkan sepihak tanpa melalui proses koordinasi OPD yang berwenang.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

Polemik perizinan itu sendiri diketahui Santoso setelah permasalahan muncul. Menurutnya, dalam mengeluarkan izin perlu dilakukan koordinasi jauh hari. Terlebih gedung yang dipakai ialah aset Pemkot Blitar. Belakangan, Santoso memerintahkan Suharyono untuk kembali bernegosiasi dengan Ramayana.

"Kalau seperti ini, ibarat nasi sudah menjadi bubur, lalu saya disuruh mengolahnya kembali menjadi nasi. Saya sudah perintahkan Pak Suharyono untuk bernegosiasi dengan Ramayana. Kita tunggu hasilnya," imbuh Santoso.

Terpisah, Kepala DPMTK dan PTSP, Suharyono berjanji akan menyampaikan hasil negosiasi pada warga bila sudah rampung.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Belum ada keterangan. Mohon bersabar. Besok saja kalau sudah clear," ungkap Suharyono.

Pantauan di lokasi, warga masyarakat tampak keluar masuk sembari membawa tas plastik berlabel Ramayana. Sepeda motor dan mobil juga berjejal di tepi Jalan Cokroaminoto. Meski sedang berpolemik, nyatanya para warga tidak menghiraukannya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.