Senin, 15 Jun 2026 20:56 WIB

MUI Blitar Tak Sepakat People Power: Harus Legowo Terima Hasil Pemilu

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 14 Mei 2019 12:06 WIB
Pengurus MUI Kabupaten Blitar, KH Ahmad Syu'udi
Pengurus MUI Kabupaten Blitar, KH Ahmad Syu'udi

jatimnow.com - Penolakan atas seruan people power kembali datang dari Blitar. Kali ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar juga menyatakan tidak sepakat dengan aksi turun ke jalan untuk menolak rekapitulasi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tersebut.

Pengurus MUI Kabupaten Blitar, KH Ahmad Syu'udi mengajak masyarakat untuk menghormati proses pemilu yang telah berlangsung. Termasuk menerima hasil pemilu tanpa perlu melakukan tindakan yang tidak berlandaskan hukum.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Apapun yang terjadi di dunia ini, sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz. Siapapun yang akan jadi pemimpin kita, siapapun yang akan jadi presiden kita yang akan datang, sudah tertulis oleh Allah. Dan takdir itu mari kita hargai dan kita hormati," terang KH Ahmad Syu'udi, Selasa (14/5/2019).

KH Ahmad Syu'udi menjelaskan, pelaksanaan pemilu sudah dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Selain itu, banyaknya petugas pemilu 2019 yang gugur saat melaksanakan tugasnya, perlu dihormati.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Ia pun mengimbau kepada masyarakat, terlebih umat islam untuk legowo dan ikhlas terhadap hasil pemilu yang telah berlangsung kepada penyelenggara. Hal itu demi menjaga keamanan dan kenyamanan di Indonesia, terutama di wilayah Kabupaten Blitar.

"Kami tidak setuju dengan people power. Mari kita jaga agar Kabupaten Blitar ini damai. Kita upayakan agar masyarakat damai di tengah dunia. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya," tambahnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.