Jumat, 12 Jun 2026 21:18 WIB

Ulama NU Hingga Muhammadiyah Magetan Sepakat Tolak People Power

Ketua NU Magetan, KH. Mansur
Ketua NU Magetan, KH. Mansur

jatimnow.com - Sejumlah ulama di Kabupaten Magetan buka suara terkait isu people power yang sedang marak diperbincangkan di seluruh pelosok negeri. Ulama dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sepakat menolak gerakan tersebut.

Ketua NU Magetan, KH. Mansur mengimbau agar seluruh masyarakat Magetan untuk mengikuti proses demokrasi konstitusi yang berlaku.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Kita tunggu hasilnya rekapitulasi oleh KPU RI. Apapun hasilnya, harus diterima dengan lapang dada," katanya, Senin (13/5/2019).

Kiai Mansur menambahkan, masyarakat Magetan sudah dewasa, sehingga tidak mudah terprovokasi isu yang menjadikan terpecah belah.

"Tolak pergerakan people power yang bertentangan dengan konstitusi dan prinsip-prinsip demokrasi. Mari kita jaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI," jelasnya.

Pimpinan Muhammadiyah Magetan, H. SuminoPimpinan Muhammadiyah Magetan, H. Sumino

Hal senada disampaikan Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Magetan, H. Sumino. Ia meminta masyarakat untuk mengikuti proses demokrasi sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

"Di Magetan, warga Muhammadiyah juga menolak mobilisasi atau people power, sesuai intruksi pusat. Kita tunggu hasil rekapitulasi dari KPU, apapun hasilnya kita terima dengan lapang dada," tegasnya.

Begitu pula dengan Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), H. Sumono yang juga mengimbau semua warga Magetan agar mengikuti proses demokrasi tanpa harus terprovokasi people power.

"Pascapemilu, pilpres dan pileg, mari kita tunggu proses demokrasi ini sesuai dengan konstitusi. Jangan sampai kita mudah terprovokasi, terombang-ambing dari berita atau ajakan yang tidak berdasar," ungkapnya.

Ketua LDII Magetan, H. SumonoKetua LDII Magetan, H. Sumono

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

Apalagi, lanjutnya, mengarah pada anarkisme. Ia pun berharap warga menunggu hasil dari KPU RI.

"Jadi apapun dan siapapun yang jadi, ya kita terima dengan lapang dada, jangan sampai warga Magetan mengikuti hal yang tidak sesuai dengan konstitusi," tandasnya.

Mereka beranggapan, langkah-langkah inkonstitusional untuk mendelegitimasi KPU, termasuk dengan cara people power, akan membuat situasi politik memanas menjelang pengumuman hasil penghitungan suara resmi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, 22 Mei.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.