Minggu, 14 Jun 2026 15:15 WIB

Cerita di Balik Kehamilan Anak Punk yang Terjaring Razia

Anak punk hamil 6 bulan terjaring razia Satpol PP di Ponorogo
Anak punk hamil 6 bulan terjaring razia Satpol PP di Ponorogo

jatimnow.com - Fakta terbaru anak punk hamil 6 bulan yang terjaring razia Satpol PP Ponorogo, terungkap. Itu setelah Dinas Sosial Ponorogo memulangkan anak punk tersebut ke rumahnya di Trenggalek.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Ponorogo, Sumani mengatakan, anak punk yang hamil itu dipulangkan ke rumah keluarganya setelah mengaku kehamilannya bukan karena seks bebas, melainkan karena sudah resmi menikah dengan sesama anak punk.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Yang hamil itu asal Trenggalek, sedangkan suaminya dari Madiun," kata Sumani, Jumat (10/5/2019).

Berdasar pengakuan itu, Dinsos Ponorogo akhirnya menuju Trenggalek untuk mengantar anak punk yang hamil sekaligus meminta keterangan dari keluarganya.

Baca juga:  Anak Punk Hamil 6 Bulan Terjaring Razia di Ponorogo

Baca Juga: BKPSDM Tulungagung Periksa Anggota Satpol PP yang Berjaga di Kantor Disbudpar

Meski tidak dapat menunjukkan surat nikah resmi, namun keluarga anak punk itu mengakui bila kedua anak punk itu sudah menikah. Namun sejauh ini, keluarganya tidak mengetahui bila anaknya hidup di jalanan.

"Pamitnya ke keluarga mau merantau, tapi hidup di jalanan. Makanya orang tuanya kaget," tambahnya.

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

Anak punk hamil itu terjaring razia bersama 7 anak punk lainnya pada Rabu (8/5/2019) lalu. Mereka diamankan dari Pasar Balong saat tidur-tiduran di area pasar yang terletak di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan itu.

Ketujuh anak punk itu diamankan setelah Satpol PP mendapat laporan warga yang resah, karena kelompok anak punk itu kerap memaksa meminta uang saat mengamen.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.