Kamis, 18 Jun 2026 13:31 WIB

Ratusan Anak Jalanan di Ponorogo Diajarkan Wira Usaha dan Ngaji

Muhammad Zizulhak Samsul Falaqi ajarkan ngaji di Waskita Jawi
Muhammad Zizulhak Samsul Falaqi ajarkan ngaji di Waskita Jawi

jatimnow.com - Terdengar suara mengaji di salah satu rumah di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo. Terlihat puluhan anak-anak jalanan berkumpul, mereka sibuk mengaji kitab yang diajarkan oleh Muhamad Zizulhak Samsul Falaqi.

Anak-anak itu diajarkan mengaji oleh komunitas Waskita Jawi yang didirikan oleh Muhammad Zizulhak Samsul Falaqi. Selain diajarkan mengaji, di rumah yang tidak terlalu luas tersebut mereka juga diajari membuat blangkon.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari kain batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa.

"Ada alasan sendiri bagi kami mengajari anak-anak belajar membuat blankon," kata Muhammad Zizulhak Samsul Falaqi, membuka percakapan dengan jatimnow.com, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, blangkon memiliki nilai jual tinggi mulai dari Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Keuntungan membuat blankon bisa digunakan membiayai kehidupan 160 santri yang bertempat tinggal di rumah komunitas Waskita Jawi.

"Para santri disini bebas mengaji dan tinggal tanpa dipusingkan dengan biaya pendidikan. Karena kita membuat blankon itu," jelas Gus Gondrong, sapaan akrab Muhammad Zizulhak Samsul Falaqi.

Blangkon-blangkon dari Waskita Jawi tersebut dijual hingga ke luar negeri, seperti Jepang, Malaysia, Brunei dan Turki.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Selain itu, santri diajarkan membuat blangkon agar dapat meneruskan warisan budaya Jawa. Sebab, saat ini semakin jarang generasi penerus bisa membuat blangkon.

"Disini santri juga dididik untuk belajar Bahasa Arab supaya lebih memahami makna Al-Quran dan juga diajari kepribadian yang berlandaskan agama dari berbagai kitab," ujarnya.

Ia menyebutkan harapan besar untuk anak didiknya. Yakni mereka bisa hidup dengan memiliki karya. Seperti blangkon dan diajari membatik.

"Anak-anak harus punya skill serta punya kepribadian baik agar tidak mudah dipengaruhi hal-hal buruk," jelasnya.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Wildan Baihaki, salah satu santri mengaku mendapatkan berbagai manfaat saat mondok disini. Dengan mengikuti pondok Waskita Jawi, dirinya sudah tidak tergantung dengan kehidupan jalanan.

"Kami diajari kegiatan kegiatan mingguan juga rutin dilakukan seperti ngaji, kegiatan literasi dan kajian keimuan baik agama maupun umum," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.