Senin, 15 Jun 2026 05:34 WIB

Akademisi: Pilkada Berpotensi Terjadi Tindak Pidana Pencucian Uang

  • Penulis :
  • | Senin, 09 Apr 2018 15:15 WIB
Pembekalan penyidik tentang tindak pidana pencucian uang jajaran Polda Jatim
Pembekalan penyidik tentang tindak pidana pencucian uang jajaran Polda Jatim

jatimnow.com - Tahun 2018 ini merupakan tahun politik dengan digelarnya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 18 kabupaten dan kota serta Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Pilkada serentak ini dinilai berpotensi menjadi tempat terjadinya tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Jelas berpotensi," kata Yenti Garnasih, akademisi dan juga ahli di bidang tindak pidana pencucian (TPPU) di sela menjadi pembicara pada acara Pembekalan penyidik tentang Tindak pidana pencucian uang jajaran Polda Jatim, di Hotel Wyndam Surabaya, Senin (9/4/2018).

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Ia menerangkan, tidak hanya pilkada saja yang berpotensi terjadinya TPPU. Pemilihan legislatif (Pileg) juga dinilai dapat dijadikan tempat sebagai pencucian uang.

"Tidak boleh money politic. Nah, uang yang untuk dana kampanye itu tidak boleh dari hasil kejahatan (korupsi). Kalau para caleg, para calon kepala daerah itu kemudian ternyata menggunakan hasil korupsi untuk kampanye, berarti pilkada pileg merupakan sarana pencucian uang," jelas Doktor Money Laundering ini.

Widya Iswara di bidang TPPU di Kejaksaan Agung ini menyayangkan belum adanya undang-undang yang berkaitan dengan dana kampanye.

"Kan hanya dibatasi jumlahnya saja. Tidak boleh satu milliar dan tidak boleh Rp 7 milliar untuk korporasi. Tetapi tidak pernah dikatakan asal usulnya. Artinya, barangkali Rp 1 milliar dari hasil kejahatan ya boleh yang penting tidak boleh leboh dari Rp 1 milliar. Itu menjadi PR (pekerjaan rumah)," terangnya.

Yenti meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan untuk menangkap pelaku TPPU di pilkada maupun pileg.

"Bagi penegak hukum, ada yang menggunakan hasil korupsi dipakai untuk pilkada, tangkap ya pak," kata Yenti yang disampingnya adalah Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso.

Ia menegaskan kembali, agar para caleg dan calon kepala daerah untuk tidak menggunakan dana kampanye dari hasil korupsi.

"Jangan dijadikan dinamikan politik menjadi sarana tindak pidana pencucian uang," tegasnya.

Baca Juga: Puluhan Personel Polres Tulungagung Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolres

Dalam acara pembekalan penyidik tentang TPPU, dihadiri para kasat reskrim, kasat reskoba polres jajaran, serta kasubdit di jajaran Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Hari ini kami mengadakan pembekalan dengan menghadirkan ibu DR Yenti Garnasih sebagai ahli di bidang tindak pidana pencucian uang. Ini untuk pemahaman berkaitan dengan TPPU dan kita mengundang juga dari kejaksaan, sehingga ada pemahaman yang sama berkaitan dengan TPPU," kata Kombes Pol Agus Santoso.

Ia menambahkan, kinerja Polda Jatim dan jajaran dalam upaya penegakkan hukum TPPU dinilai masih kurang. Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan dapat meningkatkan kinerja penyidik.

"Dengan ada pembekalan yang langsung disampaikan ibu DR Yenti Garnasih, penyidik memahami kemudian bisa mengaplikasikan dalam pelaksanaan tugasnya," jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, ada penyidik dari jajaran Polda Jatim yang menanyakan kepada Dr Yenti tentang sulitnya menembus perbankan untuk mencari data berkaitan dengan TPPU.

Baca Juga: Terungkap! Tim Reformasi Polri Akui Akar Masalah Ada pada Etika Polisi

"Ketika ada laporan, bank harusnya mendukung. Apalagi penyelematan uang hasil korupsi itu bisa terhambat gara-gara masih kurang memahaminya atau semangatnya kurang. Atau ada ketakutan (dari pihak perbankan) dikarenakan tidak terlalu memahami dan khawatir kena razia bank," terang DR Yenti.

 

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.