Selasa, 16 Jun 2026 15:02 WIB

STIE Perbanas Kenalkan Sejarah Kerajaan Majapahit Lewat Sendratari

Pergelaran sendratari di STIE Perbanas
Pergelaran sendratari di STIE Perbanas

jatimnow.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari STIE Perbanas Surabaya ajak generasi muda mengenal sejarah bersatunya nusantara di Indonesia melalui gelaran sendratari 2019 berjudul Kidung Gayatri Rajapatni.

Berlangsung di Auditorium kampus yang berada di Jalan Nginden Semolo, Sabtu (27/4), sendratari ini disuguhkan bagi seluruh civitas akademika STIE Perbanas Surabaya dan masyarakat umum.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57

"Pagelaran ini adalah sebagai wadah generasi muda untuk melestarikan budaya, terutama tari tradisional. Judul Kidung Gayatri Rajapatni episode Kebesaran Kerajaan Majapahit dimainkan karena UKM Tari STIE Perbanas Surabaya ingin mengenalkan dan mengingatkan kepada generasi muda tentang sejarah bersatunya nusantara di Indonesia," kata Alif Kurnisafitri, Ketua Pelaksana Pagelaran, Minggu (28/4/2019).

Ada perbedaan dalam pagelaran sendratari yang digelar ketiga kalinya ini. Para penari melibatkan para alumni, mahasiswa lintas hingga pelatih UKM.

Dalam pagelaran tersebut menceritakan tentang kejayaan Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Gayatri Rajapatni. Kisah ini bermula dari penyerangan Kerajaan Singasari oleh Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Jayakatwang.

Singasari yang saat itu dipimpin oleh Kartanegara juga dapat dilumpuhkan Kediri. Pada saat itu Raden Wijaya, suami Gayatri berhasil melarikan diri dengan membawa putrinya bernama Tribhuwana, sedangkan Gayatri dibawa oleh Jayakatwang ke Kediri bukan sebagai tawanan melainkan sebagai anak.

Beberapa tahun kemudian datang pasukan Mongol di Tanah Jawa. Kedatangan pasukan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Kediri dan menyelamatkan Gayatri. Kediri berhasil ditaklukan oleh Singasari dan pasukan Mongol. Setelah itu pasukan Mongol dijebak dan dibunuh oleh pasukan Singasari.

Singkat cerita, terbentuklah Kerajaan Majapahit yang namanya tersebut berasal dari Buah Maja yang ditemukan pasukan Raden Wijaya dan memiliki rasa pahit yang luar biasa. Kerajaan Majapahit diwarisi oleh Gayatri tetapi dia lebih memilih menjadi biksuni dan tahtanya diwariskan kepada putrinya yang bernama Tribhuwana.

Baca Juga: IWAPI Fashion Runway Ciptakan Ekosistem Wastra untuk Lawan Produk Impor

Tribhuwana menobatkan Gajah Mada menjadi maha patih karena berhasil mempersatukan nusantara. Gajah Mada mengikat persatuan nusantara tersebut dengan sumpah palapanya.

Sementara, pemeran Gayatri, Zahrotun Nisa merasa berkesan turut andil memerankan tokoh sejarah dan berjasa terhadap Kerajaan Majapahit. Ia mengaku melakukan persiapan kurang lebih 1,5 bulan sebelum pementasan.

"Susahnya memang waktu latihan itu sulit barengan karena kesibukan setiap penari, ada yang kerja, ujian, seminar proposal. Akhirnya, keberhasilan pagelaran ini didapt berkat usaha dan kerja sama segenap tim," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat digelar secara rutin guna mengajak para kaum melinial tetap turut melestarikan budaya tari Indonesia.

Baca Juga: Khofifah Kunjungi Kraton Majapahit Jakarta, Refleksi Baru untuk Mengabdi

"Harapannya, sendratari ini lebih fokus dan berkelanjutan sehingga bisa menampilkan karya-karya terbaik kembali," ujarnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.