Sabtu, 13 Jun 2026 09:22 WIB

Ribet Urus KTP, Warga Ponorogo Keluhkan Kinerja Dispendukcapil

Curhatan warga Ponorogo via media sosial.
Curhatan warga Ponorogo via media sosial.

jatimnow.com - Data kependudukan masih menjadi 'PR' bagi pemerintah. Masyarakat menjadikan data kependudukan tersebut sebagai masalah utama.

Pasalnya saat ini semua pengurusan apapun menggunakan Nomor Induk Kependudukan nasional (E-KTP). Mulai kredit motor, hingga registrasi kartu handphone.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Berbagai keluhan masyarakat muncul terkait tidak sinkronnya data kependudukan tersebut. seperti yang terjadi di Ponorogo.

Seperti di akun Instagram 'Info Ponorogo', atas nama Fera Nuraini. Dengan judul Ribetnya Pengurusan KTP dan KK.

Dalam kiriman tersebut dilike dan dikomentari oleh ribuan nitezen yang mempunyai masalah serupa.

Curhatan online tersebut berbunyi 'Saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus KTP dan KK yang datanya tidak sinkron di Ponorogo'.

"Ceritanya begini. Bulan Februari lalu waktu mau registrasi simcard yang harus memasukkan NIK KTP dan KK, berkali-kali saya coba ternyata gagal. Lapor ke Grapari disarankan ke Dukcapil untuk pembenaran data," tulis Fera.

Fera kemudian mendatangi Dispendukcapil Ponorogo. Disana Fera menemui puluhan orang yang bernasib sama dengannya.

Setelah melalui prosedur, Fera dikejutkan dengan alamat yang muncul atas nomornya adalah di Samarinda. Padahal Fera mengaku belum pernah sama sekali pergi ke kota di Kalimantan tersebut.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Saat dikonfirmasi, Fera Nuraini membenarkan curhatan di medsos itu. Ia mengatakan, bahwa awalnya ingin registrasi kartu SIM sekaligus mendaftarkan diri ke BPJS.

"Awalnya saya tidak tahu. Karena tidak bisa registrasi kartu SIM. NIK saya double karena saya juga terdaftar di Samarinda. Tapi masalah itu selesai setelah saya diberikan NIK," ujar Fera kepada jatimnow.com, Senin (9/4/2018).

Namun, lanjut ia, untuk daftar BPJS tidak bisa. Karena NIK itu bukan NIK dirinya, melainkan NIK bapaknya.

"Saya pun harus balik ke Capil lagi. Berarti dari awal pegawainya tidak mau ribet dengan memberikan NIK bapak saya. Tapi NIK saya masih ada di Samarinda juga. Kok tidak diselesaikan," katanya kesal.

Ia pun harus sampai enam kali mengurus KTP dan KK.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

"Saya bolak-balik enam kali mbak demi NIK dan KK. Terakhir katanya NIK saya double. Punya bapak juga begitu. Padahal ke Samarinda juga tidak pernah," urainya.

Sementara, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ponorogo, Heru Purwanto, mengatakan sudah mengetahui masalah itu.

"Ini proses penyelesaian," ujarnya singkat.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.