Kamis, 11 Jun 2026 13:06 WIB

Aksi Solidaritas untuk Sri Lanka dari UM Surabaya

Cap tangan warna warni dalam aksi solidaritas Mahasiswa UM Surabaya untuk tragedi bom Sri Lanka
Cap tangan warna warni dalam aksi solidaritas Mahasiswa UM Surabaya untuk tragedi bom Sri Lanka

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menggelar aksi solidaritas atas tragedi bom di Sri Lanka yang menewaskan ratusan orang. Selain mendoakan korban, aksi ini juga digelar sebagai wujud menolak aksi terorisme di dunia.

Aksi itu digelar di halaman Kampus UM Surabaya, Senin (22/4/2019). Para mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di UM Surabaya dari berbagai negara seperti, Kazkhtan, Uzbekistan, Thailand dan Vietnam juga mengikuti aksi tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Para mahasiswa bergantian membubuhkan cap tangan warna-warni pada kain putih berukuran 3x4 meter yang dibentangkan sebagai simbol indahnya kerukunan berbagai suku, ras dan agama di seluruh dunia.

Sejumlah mahasiswa juga membawa poster bertuliskan 'Pray for Sri Lanka' dan bunga mawar sembari berorasi sebagai bentuk kepedulian terhadap korban aksi teror tersebut.

Zumrotin Firdaus, mahasiswa semester 8 jurusan pendidikan biologi UM Surabaya mengatakan, aksi teroris tidak dibenarkan oleh setiap ajaran agama apapun. Selain itu, aksi itu juga bertentangan dengan norma-norma kehidupan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Cap tangan warna-warni itu sebagai simbol kita menolak segala bentuk kekerasan dan aksi teroris. Dan jika diartikan warna itu sebagai bentuk untuk menyuarakan keberagaman dan menciptakan perdamaian dunia," tutur Zumrotin.

Zunrotin juga menyampaikan rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban teror bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka. Ia mengatakan bahwa terorisme tidak ada dalam ajaran agama apapun.

"Segala tindak kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan, bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang memberikan pembenaran terhadap terorisme," sambungnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) UM Surabaya, Junaidi Fery Effendi ikut mendukung dan berpartisipasi dalam aksi yang dilakukan mahasiswa asing dan mahasiwa asli Indonesia di kampusnya tersebut. Ia juga mengimbau agar pemerintah Sri Langka segera melakukan tindakan tegas.

"Kami sangat mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan dan isu terorisme dan radikalisme. Apapun motifnya, terorisme tidak bisa dibenarkan karena mengancam perdamaian dunia dan mencederai martabat kemanusiaan," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.