Sabtu, 20 Jun 2026 14:07 WIB

Cerita di Balik Jatuhnya Pemandu Wisata ke Kawah Ijen

Wisata Alam Gunung Ijen, Banyuwangi (foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com)
Wisata Alam Gunung Ijen, Banyuwangi (foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur Nandang Prihadi menanggapi tewasnya Hariyan Dedi Santoso alias Bronto (38), seorang pemandu wisata atau guide di Kawah Ijen, Sabtu (20/4/2019).

Nandang menjelaskan bahwa korban bersama guide lainnya membawa tamu wisata untuk mendaki Gunung Ijen hingga sampai di puncak sekitar pukul 01.30 Wib.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Korban bersama wisatawan asing yang dipandunya diketahui turun ke areal penambangan untuk melihat blue fire sekitar pukul 04.00 Wib. Sesampainya di bawah, korban hendak mendokumentasikan tamu wisatanya dari atas bukit.

"Namun disaat bersamaan asap belerang istilahnya penambang 'mbalik' ke arahnya. Karena panik, korban terpeleset jatuh," kata Nandang kepada jatimnow.com.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), tambah Nandang, oleh teman-temannya, korban dibawa ke Puncak Gunung Ijen dan tiba di Paltuding sekitar pukul 06.30 Wib.

Baca juga:  

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Selanjutnya korban dibawa menuju puskesmas untuk dilakukan visum di hadiri oleh anggota Polsek Licin. Setelah itu dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," papar Nandang.

Menanggapi kejadian tersebut, Nandang menyatakan bahwa turun mendekati kawah adalah tindaka yang tidak diperbolehkan. Pertimbangannya, karena jalan menuju ke areal penambangan untuk melihat blue fire cukup curam.

Selain itu, kondisi sulfur yang ada, dinilainya membahayakan bagi pengunjung. Namun beberapa guide dan pengunjung seringkali memaksakan diri untuk turun mengambil gambar.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Pada sisi lain, petugas jaga di lokasi terbatas untuk melakukan pengawasan dan melakukan pencegahan. Namun demikian, papan-papan pengumuman larangan ke lokasi kawah sudah banyak dipasang.

"Untuk itu kami akan masifkan lagi larangan guide dan pengunjung turun ke kawah," tegas Nandang.

Atas peristiwa itu, Bronto yang merupakan warga Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi mengalami luka melepuh di beberapa bagian tubunya. Jenazahnya sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.