Kamis, 18 Jun 2026 04:37 WIB

PWNU Jatim Ajak Masyakarat Merajut Kembali Persatuan Usai Pemilu 2019

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur

jatimnow.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat khususnya warga nahdliyin  untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan setelah Pemilu 2019.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Agoes Ali Masyhuri. Disampaikan, masyarakat harus ikut menciptakan suasana damai meski beda pilihan saat pilpres.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Yang asalnya beda pilihan, mari kita merapat jadi satu lagi. InsyaAllah, Indonesia pada 2045 menjadi kiblat peradaban dunia. Syaratnya, seluruh anak bangsa tidak gampang di adu domba," kata KH Agoes Ali Masyhuri, dikantor PWNU Jatim, Kamis (18/4/2019).

Ia juga mengimbau, agar seluruh masyarakat tetap menunggu hasil hitung manual dari KPU hasil dari pemilu 2019 yang rencananya akan diumumkan pada 22 Mei mendatang.

"Kami memohon semua warga, pihak 01 maupun 02, dan partai manapun agar sabar menunggu. Kita serahkan kepada KPU. Jadi nantinya yang menang jangan sampai ngasorake (merendahkan yang lain), yang kalah jangan sampai minder," imbau Gus Ali.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuqi Mustamar mengapresiasi keikutsertaan masyarakat dalam pemilu 2019. Menurutnya partisipasi masyarakat yang memilih mencapai kisaran 80 persen.

"Ini menunjukkan, bahwa masyarakat semakin peduli dan sadar terkait pentingnya Pemilu," jelasnya.

KH Marzuqi mengajak masyarakat Jatim tetap rukun dan menghindari segala perdebatan yang memicu terjadinya konflik. Agar situasi yang memanas tidak dimanfaatkan oleh orang-orang asing yang menginginkan Indonesia menjadi terpecah belah.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Mari tetap rukun, sama-sama bangsa Indonesia. Jangan sampai ada konflik, karena yang paling diuntungkan adalah orang-orang asing yang memang punya kepentingan untuk membidik agar Indonesia bisa pecah," jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh komponen pemegang kuasa sosial maupun politik, melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk tidak menebar ujaran kebencian dan praktik yang berujung disharmoni bangsa.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.