Sabtu, 20 Jun 2026 18:46 WIB

Cerita Terungkapnya Nama Aris dan Aziz Pemutilasi Penari asal Kediri

AKBP Leonard Sinambela (berdiri paling atas) memimpin timnya saat membawa pelaku Aziz di Kediri
AKBP Leonard Sinambela (berdiri paling atas) memimpin timnya saat membawa pelaku Aziz di Kediri

jatimnow.com - Ada cerita menarik munculnya nama Aris Sugianto atau AS (34) sebagai pelaku pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto (28) penari asal Mojoroto, Kota Kediri. Salah satunya yaitu suara keributan dari warung milik Aris yang didengar oleh warga sekkitar.

"Hari ke tujuh penyelidikan, kami mendatangi sebuah warung di Jalan Surya No. 272, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri," ungkap Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Saat itu, Leonard dan tim gabungan yang dipimpinnya belum tahu siapa pemilik atau penyewa warung tersebut. Mereka datang ke warung itu setelah melakukan analisa alur perjalanan korban selama masih hidup.

Sebab dari 9 laki-laki teman dekat korban yang sudah diperiksa sebelumnya, tidak ada satupun yang mengenal sosok Aris maupun Aziz. 

"Saat kami sampai, warung dalam keadaan terkunci. Kami pun meminta keterangan sejumlah warga hingga bertemu dengan seorang ibu di sana," beber Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Dalam keterangannya, ibu yang rumahnya di belakang warung itu bercerita bila pada tanggal 2 April 2019 malam, ia mendengar suara keributan dari warung. Dari keterangan ibu itu, Leonard mengetahui siapa yang menempati warung saat itu.

"Dari itulah muncul nama Aris sebagai penyewa warung," tambah mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini.

Setelah kecurigaan muncul, Leonard meminta pemilik warung membuka warung yang telah dikunci tersebut. Sebab usai membunuh, Aris mengunci warung dan mengembalikan kunci itu ke pemilik warung. Sebab status Aris di warung itu adalah penyewa.

"Kami buka warungnya, ternyata sudah bersih barang-barangnya. Kemudian kami cek setiap bagian yang ada di dalam warung hingga ada petunjuk yang mengarah ke pembunuhan itu," beber Leonard.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Setelah itu, Leonard mendatangkan Tim Labfor dari RS Bhayangkara di Kediri untuk mengecek bekas darah di dalam warung itu. Ternyata hasilnya positif bahwa bercak itu merupakan bekas darah.

"Dari hasil itu, malam itu juga kita gerebek rumah Aris, tapi hanya ada ibu dan adiknya saja. Si Aris sudah pergi," ulas Leonard.

Dari itu, ibu dan adik laki-laki Aris dibawa dari rumahnya di Desa Mangunan, Kacamatan Udanawu, Kabupaten Blitar ke polsek terdekat untuk diperiksa.

"Ibunya mengaku bila Aris sudah pamit pergi. Nah adiknya inilah yang mengatakan bahwa Aris sempat cerita telah membunuh seseorang bersama tersangka Aziz," papar Leonard.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Karena Aris sudah kabur, Leonard dan timnnya fokus mengejar Aziz Prakoso atau AP (23) dengan mendatangi rumahnya di Desa/Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Aziz kemudian ditangkap saat pulang ke rumahnya itu.

Sedangkan Aris ditangkap Jakarta saat hendak kabur ke Lampung. Penangkapan Aris dibackup oleh Polda Metro Jaya.

 

Untuk mengungkap kasus mutilasi ini, Leonard melibatkan 15 anggota Jatanras Polda Jatim serta 40 anggota dari Polres Blitar Kota, Kediri dan Kediri Kota.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.