Selasa, 16 Jun 2026 02:47 WIB

Pemilu 2019: Mahalnya Harga Sebuah Suara

Ilustrasi Pemilu 2019/ jatimnow.com
Ilustrasi Pemilu 2019/ jatimnow.com

jatimnow.com - Pemilu 2019 digelar serentak mulai dari Pemilu Presiden, pemilu DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten dan kota serta DPD RI. Warga negara Indonesia pun ingin berpartisipasi menggunakan hak pilihnya, meski harus mengeluarkan biaya mahal untuk bisa mencoblos. Mulai kaum profesional, mahasiswa, pekerja rumah tangga dan tukang batu.

Seperti yang dialami Guanto (54) pekerja perkebunan di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia harus pulang ke tempat tinggalnya di Rungkut, Surabaya, untuk bisa menggunakan hak pilihnya, saat Pemilu digelar 17 April 2019.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Guanto harus jalan darat agar bisa sampai di Bandara Sumbawa Besar sekitar 2 jam. Kemudian naik pesawat dari Sumbawa Besar ke Surabaya transit di Bandara Lombok.

"Keluarga ada di Surabaya. Saya ingin menggunakan hak pilih di Surabaya," ujar Guanto kepada jatimnow.com melalui telepon, Senin (15/4/2019).

Ia menerangkan, dia ingin selain memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden, juga ingin memilih wakil rakyatnya tingkat DPR RI, DPRD Jawa Timur, DPRD Kota Surabaya dan DPD RI.

"Kalau di TPS di sekitar tempat kerja, hanya bisa mencoblos calon presiden saja. Saya pilih nyoblos di Surabaya sekalian cuti," tuturnya.

Keinginan warga untuk menggunakan hak pilihnya juga disampaikn Fernandes, warga Kutisari Utara, Surabaya.

Ia menceritakan, adik iparnya bernama Heru bekerja di bidang perbankan di Jakarta sudah merencanakan pulang ke Kutisari. Hanya untuk mencoblos.

"Adik ipar saya ingin mencoblos di Kutisari. Dia berpesan agar surat undangan memilih (C6) disimpan dan jangan sampai hilang, disimpan yang baik," kata Fernades.

Ia menambahkan, adik iparnya hanya pulang saat pencoblosan 17 April 2019.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Pulang hanya saat mencoblos. Setelah mencoblos, balik lagi ke Jakarta. Dia sudah pesan tiket pulang pergi Jakarta-Surabaya," jelasnya.

Warga yang ingin berpartisipasi dalam Pemilu 2019 juga disampaikan Wahyu Putri Megasari (20) mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya, asal Pilang Kenceng Kabupaten Madiun.

Dia tidak mengurus formulir A 5 karena ingin memilih presiden dan wakil presiden serta mencoblos calon wakil rakyatnya di tingkat DPRD Kabupaten Madiun, DPRD Provinsi Jatim, DPR RI serta DPD RI.

"Sebagai generasi muda nggak boleh golput. Kalau saya nyoblos di Surabaya, hanya bisa mencoblos calon presiden dan wakil presiden saja. Padahal saya punya calon wakil rakyat sesuai pilihan saya," ujar Putri.

Ia mengatakan, ada teman-temannya mahasiswa dan mahasiswi yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya, karena jauh dan membutuhkan biaya serta waktu.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Kalau teman-teman yang asal dari sekitar Surabaya, mencoblos di tempat asalnya. Tapi ada teman-teman saya yang dari luar pulau hanya mencoblos di Surabaya, karena biaya tiketnya mahal dan tidak ingin waktu pulang cuman sebentar. Kecuali kalau waktu liburan semester," terang Putri.

Haris, pekerja pabrik yang tinggal di Tenggilis Mejoyo, juga memutuskan untuk kembali pulang ke Ponorogo hanya untuk menggunakan hak pilihnya.

"Saya pilih pulang agar bisa mencoblos," kata dia. Ratusan ribu rupiah dia keluarkan agar bisa terlibat dalam pesta demokrasi.

Begitu pula dengan Sonia, pekerja rumah tangga di Kelurahan Kendangsari. Ia pulang ke Ngawi agar bisa mencoblos. "Satu suara, sangat berarti bagi masa depan Indonesia," kata Sonia. Juga Akmal, tukang batu di Rungkut.

"Saya ingin mendukung calon presiden, yang akan saya pilih. Saya pulang kampung, meski hanya sehari," kata Akmal.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.