Minggu, 21 Jun 2026 02:00 WIB

Nyoblos Pemilu, Warga Ponorogo yang Terdoktrin Kiamat Pulang Kampung

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 14 Apr 2019 16:58 WIB
52 warga Ponorogo yang eksodus ke Malang
52 warga Ponorogo yang eksodus ke Malang

jatimnow.com - Sebanyak 52 dari 60 warga yang eksodus ke Malang karena doktrin kiamat pulang ke Ponorogo. Kepulangan mereka hanya untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Puluhan warga tersebut sampai di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo pada Minggu (14/4/2019) sekitar pukul 12.00 Wib.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Sumani, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Berkembang Polinmas), Herry dan Kades Watubonang, Bowo Susetyo mendampingi 52 warga Ponorogo tersebut.

"Ya memang hari ini mereka yang pindah ke Malang balik ke Ponorogo," jelas Kadinsos, Sumani.

Dari 60 warga yang eksodus ke Malang, hanya 52 yang menyalurkan hak pilihnya di Ponorogo, sementara 4 sisanya memilih mencoblos di Malang.

"Yang dibawa rombongan Pemkab Ponorogo cuma hanya 40 warga. Sementara mobil pribadi 12 warga," terang mantan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.

Menurutnya, 52 warga eksodus ini akan kembali lagi ke Malang setelah usai mencoblos.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Yang cuma nyoblos ya langsung balik. Tapi yang punya tanggungan anak sekolah yang harus ujian, harapan pemerintah menunggu sampai selesai ujian," bebernya.

Sementara, 4 orang lain yang bertahan,  Sumani mengatakan bahwa mereka sudah mengurus formulir A5. Sehingga menggunakan hak pilihnya di Malang.

Salah satu warga eksodus, Ahmad Zamrosi membenarkan bahwa kembalinya rombongan ini karena urusan Pemilu saja.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Habis coblosan ya balik lagi ke Malang. Karena kan belum selesai acaranya," terang pria berusia 48 tahun ini.

Ia mengaku harus melakukan pencoblosan di Ponorogo.  Karena tidak ada surat pengantar dari desanya untuk bisa mencoblos di Malang.

"Ya akhirnya ke Ponorogo. Demi menggunakan hak pilih," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.