Ajis Nyabu Sebelum Mutilasi Penari asal Kediri?
- Penulis : Farizal Tito
- | Sabtu, 13 Apr 2019 14:49 WIB
jatimnow.com - Penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Ajis Prakoso atau AP, salah satu pelaku pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto (28), penari asal Mojoroto, Kota Kediri, ternyata menyisakan fakta lain.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela menyebut, setelah menangkap Ajis di wilayan Kediri, ia dan tim gabungan yang dipimpinnya langsung melakukan penggeledahan ke rumah Ajis di Ringinrejo, Kabupaten Kediri untuk mencari barang bukti mutilasi yang dilakukan Ajis bersama Aris Sugianto atau AS.
Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU
"Dalam penggeledahan, kami temukan alat isap sabu dan perangkatnya," terang Leonard, Sabtu (13/4/2019).
Baca juga:
Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang
- Tiba di Polda Jatim, AJ Pelaku Mutilasi Penari Tertunduk Lesu
- Terungkap! Kepala Penari asal Kediri Dimutilasi Dua Pelaku Bergantian
- Sebelum Kepala Dimutilasi, Penari asal Kediri ini Dihujani Bacokan
- Di Balik Penangkapan Aris Pelaku Mutilasi Penari asal Kediri
Di luar kasus utamanya, Leonard dan timnya juga menginterogasi alat isap yang ditemukan tersebut kepada Ajis. Dalam interogasi, Ajis tidak menampik barang itu miliknya.
"Dia mengaku sebagai pengguna sabu," tambah Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.
Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional
Ajis dan Aris saat sampai di Polda Jatim mengaku bahwa memutilasi kepala korban secara bergantian. Setelah kepala korban terputus, keduanya memasukkan kepala itu ke dalam tas plastik dan membuangnya ke Sungai Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Sedangkan bagian tubuh korban dimasukkan ke dalam koper kemudian dibuang di bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar hingga ditemukan warga sekitar pada Rabu (3/4/2019) lalu.
Editor : Narendra BakrieURL : https://jatimnow.id/baca-14734-ajis-nyabu-sebelum-mutilasi-penari-asal-kediri